Bisikan Menjerumuskan?

  • Whatsapp

Malukuexpress.com, Oleh : Novri Investigasi

Setiap kepala daerah atau seseorang memiliki jabatan publik, pasti memeliki seorang pembisik. Biasanya, pembisik orang yang dipercaya untuk memberikan advis, masukan dan pandangan untuk mengambil keputusan. Bahasa formalnya pembisik ini, disebut staf ahli.

Besarnya biaya Pilkada juga berpengaruh kepada keputusan kepala daerah. Donatur berlabel Tim Sukses (Timses), tentu menuntut setelah kepala daerah duduk di singasananya. Biasanya, orang berkorban, pasti ada yang diharapkan. Kadang yang diharapkan tak sesuai dengan banyaknya donatur. Termasuk, proyek yang menjadi incaran untuk mengembalikan modal.

Terkait masalah yang menerpa Gubernur Sumbar, Mahyeldi tentu tak satu pihak disalahkan. Tuntutan pembisik, mempengaruhi keputusan yang dilakukan. Diprediksi proposal buat buku, tentu ada bisikan. Sehingga, Mahyeldi berani membuat keputusan. Menandatangani dan menggunakan kop surat untuk proposal, berdalih membuat buku.

Tak ada unsur pemerasan, sebab tak ada paksaan untuk membantu proposal. Modus pasang iklan di buku yang dimuat untuk menarik para donatur. Disamping ada rasa segan tak membantu, karena ada tanda tangan gubernur. Nah, ide membuat buku ini, tentu ada bisikan. Apalagi, ada embel embel menarik sebagai alasan pentingnya buku itu. Diakui, ada bisnis menjanjikan dibalik pembuatan buku ini.

Tak percaya? Lihatlah, mereka sukses mengumpulkan uang Rp170 juta. Jika persoalan ini, tak mencuat, proposal tiga kardus yang tinggal, tentu akan bisa meraih sumbangan lebih wah lagi. Bisa mencapai miliyaran. Pantastiskan? Menariknya, mereka yang diduga terlibat, juga berasal dari luar Sumbar atau pihak ketiga. Namun penulis yakin, pembisiknya tentu orang dekat gubernur.

Menggunakan pihak ketiga ini, bukan modus baru. Tapi, modus lama yang sukseskan dimainkan. Bahkan, disebut sebut juga pernah terjadi di Kota Padang. Ini juga akibat adanya bisikan. Dengan tugas yang sangat berat sebagai Kepala Daerah, tentu Mahyeldi berpikir positif mendengar bisikan. Meski, kadang bisikan itu menjerumuskan?. (*)

Pos terkait