Program Kurikulum Merdeka Belajar, Ini Jawaban Kepsek SMP Negeri 10 Ambon Ambon

Malukuexpress.com, Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Ambon Wineke Tuhumury, S.Pd yang ditemui diruang kerjanya. Senin 10 Oktober 2022 terkait pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolanya mengatakan bahwa, Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Merdeka Belajar, Berhubungan juga dengan Sekolah kami adalah Sekolah Penggerak, dimana dalam kurikulum ini, muatannya 75 persen itu intrakulikuler, kemudian ada project 25 persennya kolaborasi antara setiap mata pelajaran di kelasnya.

Lanjutnya, Sebagai Sekolah Penggerak, kami di tahun pertama telah melaksanakan pemilihan pengurus Osis dan untuk tahun pelajaran ini baru di mulai berjalan, kemudian kami juga telah melakukan suara demokrasi dengan mendatangkan narasumber dari KPU Kota Ambon dengan maksud pencerahan kepada siswa tentang bagaimana Suara Demokrasi yang sebenarnya di Negara Indonesia ini dan itupun harus dilakukan oleh anak-anak di SMP negeri 10. Ambon.

Bacaan Lainnya

“Jadi di dalam Pemilihan pengurus Osis yang baru dan itu sudah terlaksana dan kedepannya profil penguatan belajar pancasila juga. Selain itu juga, kami ada rencanakan tentang kearifan lokal di sekolah, ini juga merupakan sekolah ploting dari sekolah musik, jadi bukan saja musik yang di tampilkan, tetapi juga kearifan lokal, yang ada di kota ambon, jadi kami akan menampilkan budaya dari kota ambon ini, baik sendiri-sendiri maupun dengan lingkungan sekitar ketika anak itu ada di tempat.

Kemudian di dalam proses belajar mengajar, sesuai dengan kurikulum merdeka belajar, jadi kita sudah mengetahui lebih awal bagaimana persiapan anak itu dengan melakukan akses di awal kegiatan proses belajar mengajar. Jadi guru tidak bisa memaksakan apa yang guru inginkan dari anak, tetapi anak kita menyelesaikan sesuai dengan bakat dan minatnya.

“Anak akan diberikan kebebasan misalnya di dalam menyelesaikan tugas-tugas di Bahasa Indonesia dan tidak seharusnya anak kemudian punya kemampuan masing-masing,sehingga dalam penyelesaian pun guru memberikan kebebasan kepada anak jadi, misalnya pada akhir project itu, bukan saja dibuat tetapi juga bisa menggambar dan sebagainya jadi project itu di berikan kepada kemampuan anak,”jelasnya.

Tuhumury,berharap Kurikulum Merdeka belajar yang telah dilaksanakan, anak didik bisa mengembangkan profil belajar pancasila, dengan berkarakter kemudian anak itu lebih berahklak mulia dan harus bisa bergotong royong dan kemudian berkreatif, dengan. bisa mandiri dan berdayaguna kepada bangsa dan negara ini. (Can)

Pos terkait