21 Hari Menuju Pemungutan Suara, Anggota KPU RI Pantau Kesiapan Logistik di Malteng

Malukuexpress.com, Masohi – Dalam waktu 21 hari menuju hari pemungutan suara Pemilu tahun 2024, progres perlengkapan pemungutan suara di gudang logistik serta tempat penyortiran dan pelipatan surat Suara perlu dipantau perkembangannya, dalam rangka memastikan seluruh rangkaian telah berjalan sesuai prosedur dan tepat waktu.

Berdasarkan hal tersebut, anggota KPU RI Korwil Maluku Betty Epsilon Idros bersama rombongan melakukan Monitoring dan pemantauan kesiapan logistik pemilu 2024 di Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (24/01/2024).

Betty Epsilon Idros bersama rombongan tiba di kota Masohi dan di jemput oleh Ketua KPU Malteng Abdusamad Ningkeula beserta anggotanya, dan juga Pj. Bupati Malteng Dr. Rakib Sahubawa beserta Forkopimda Malteng.

Selanjutnya anggota KPU RI bersama rombongan menuju lokasi gudang logistik yang bertempat di GOR Masohi.

Kepada wartawan Betty menyampaikan, kedatangannya ke Kota Masohi Malteng, untuk melihat kesiapan KPU Malteng yang nantinya akan mendistribusikan logistik pemilu ke 1.237 TPS yang ada di Kabupaten bertajuk Pamahanu Nusa itu.

“Dari sisi gudang alhamdulillah sangat representatif, terimakasih kepada Pemda Malteng dan juga Dandim 1502/Masohi, Kapolres atas keamanannya. sehingga teman-teman KPU bisa bekerja dengan aman,” ucap Betty.

Ia berharap, sebelum pemungutan suara selambat-lambatnya H-1, seluruh logistik sudah berada di TPS sesuai dengan ketentuan.

Disinggung soal kerusakan surat suara, dirinya mengatakan itu soal biasa dan sudah di komonikasikan kepada KPU RI untuk proses pergantiannya.

“Kami sudah mendapat laporan, tinggal nanti pergantian, kemudian sortir ataj lipat juga tidak banyak, tinggal langsung di paking lagi ke dalam kotak suara,” tuturnya.

Dikatakannya, saat ini yang dilakukan oleh KPU Malteng adalah memetakan mana yang paling jauh atau paling susah untuk diakses, maka itu yang akan dikirim terlebih dahulu.

“Saya mendapat informasi bahwa, ada TPS yang bisa sampai 4 atau 5 hari baru bisa terjangkau, baik itu dari darat, laut dan juga bisa dari udara jika kebutuhannya, sehingga mereka sudah memetakan, dan bekerjasama dengan siapa untuk menjaga keamanan sehingga bisa sampai ke TPS nanti,” katanya. (ME-08)

Pos terkait