Malukuexpress.com, Pelaksanaan persidangan ke 42 jemaat GPM Kairatu, Minggu 12/2/2023 resmi di laksanakan di gedung gereja Pniel Kairatu, dengan dasar : a. Tata Gereja Protestan Maluku BAB II Pasal 5 ayat 6 Pasal 16 ayat 1, b. Peraturan pokok Gereja Protestan Maluku, Tentang jemaat BAB V Pasal 10 – 16, c. Ketetapan sinodeng GPM Nomor 1 tahun 1978. Ketetapan sinode Nomor 2 tahun 1983 Tentang organisasi GPM, d. Surat Keputusan Majelis jemaat GPM Kairatu Nomor 01/SKEP/KKR.JKP/D.14/3/2022 Tentang pembentukan Panitia Persidangan ke 42 jemaat GPM Kairatu.
Tujuan di gelarnya persidangan jemaat GPM Kairatu yang ke 42 tahun 2023 ini merupakan lembaga tertinggi di tingkat jemaat, yakni Menetapkan anggaran pendapatan dan belanja jemaat, Mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pelayanan dan keuangan jemaat selama satu tahun, Membicarakan dan menyelesaikan masalah-masalah keumatan yang relevan sesuai dengan kondisi kekinian dewasa ini, terkait dengan transpormasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, mengingat di tahun 2023 ini kita telah memasuki refolusi digital 5.0, itu artinya peran persidangan ini sudah harus mencakapkan perkembangan teknologi informasi digital ini.
Persidangan berlangsung selama satu hari yakni tanggal 12/2/2023 sampai selesai. Peserta persidangan ke 42 jemaat GPM Kairatu tahun 2023 berjumlah 125 orang yang terdiri dari peserta biasa 91 orang dan peserta luar biasa 33 orang. Total dana yang terhimpun untuk pembiayaan persidangan ke 42 ini sebesar Rp 40.050.000, “tutur Marcoroi Lekawael selaku Ketua Panitia Persidangan ke 42 jemaat GPM Kairatu tahun 2023.
Ditempat yang sama, Ketua Majelis jemaat GPM Kairatu Pdt Okter Tapilou, S.Th dalam sambutannya mengatakan bahwa, persidangan jemaat adalah momen evaluasi pelayanan tahunan sekaligus membahas dan menetapkan program dan anggaran tahun berikutnya.
Meskipun di terpa dengan berbagai tantangan, namun oleh karena kasih sayang Tuhan Yesus melalui tuntutan roh Kudus, amanat persidangan ke 41 tahun 2022 telah di gumuli bersama, yakni; 1. Penetapan Program dan kegiatan tahun 2022 : ditetapkan 80 kegiatan, yang teralisasi sebanyak 58 kegiatan atau 59,38 persen, 2. Penetapan anggaran Pendapatan dan belanja jemaat tahun 2022 berimbang sebesar 1.108.617.600, 2.1 Realisasi pendapatan Rp. 1.041.881.900 atau 94 persen, 2.2. Realisasi belanja Rp. 1.39.241.000 atau 94 persen, 3. Penetapan Rekomendasi tahun 2022 ada 14 rekomendasi yang teralisasi 12 atau 85,71 persen.
Sesuai laporan pelayanan dan keuangan tahun 2022 yang telah di berikan kepada sektor-sektor pelayanan untuk di ketahui bersama dan di pedomani dalam persidangan ini.
Hal ini memperlihatkan bagi kita bahwa jemaat ini memiliki dukungan daya dan dana yang telah mendorong kita untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih baik,”tandas Tapilou.
Persidangan jemaat GPM Kairatu ke 42 ini berlangsung di bawah sorotan tema Beritahkanla tahun rahmat tuhan telah datang dan kerjakanlah keselamatan. dengan Sub Tema Tahunan Memperkuat gereja dan pembangunan demokrasi serta hidup bersama yang berkelanjutan di tengah perubahan zaman.
Menurut Tapilou tema dan sub tema ini mengharuskan pelayanan dan umat untuk sungguh – sungguh menghamba dalam mengerjakan keselamatan demi kebaikan banyak orang mulai dari pribadi, keluarga – keluarga, hidup bermasyarakat, sumber daya manusia maupun alam sebagai tempat di mana kita bertanggung jawab memperjuangkan dan menghadirkan tanda – tanda syalom Allah di bumi ini, “tandas Tapilou.
Sambung Tapilou, dengan keyakinan Tuhan Yesus kepala gereja adalah hamba yang agung tetap memelihara, melindungi kita dalam membangun persekutuan, bersaksi dan melayani.
Pergumulan gereja saat ini dan kedepan sangat berat, para pelayan dan warga gereja harus terus membenahi diri menghadapi dunia karena itu untuk menjawab tugas – tugas dan panggilan penyelenggaraan pelayanan gereja pada persidangan jemaat ke 42 ini.
Ketika kita di perhadapkan dengan tantangan di bidang ekonomi yang turut mempengaruhi pendidikan dan masa depan generasi baru, lajunya kemajuan IPTEK, persekutuan dan tidak kala pentingnya adalah tantangan di bidang politik, yang mana tahun 2024. (*






