AMGPM Oikumene Imanuel OSM Resmi Dari Gedung Baru Menuju Gerakan Perubahan Nyata

MALUKUEXPRESS.COM, 18 April 2026, Ambon — Momentum bersejarah terjadi di tubuh AMGPM Ranting Oikumene Cabang Imanuel OSM. Bukan sekadar peresmian gedung, tetapi menjadi titik awal bangkitnya gerakan anak muda gereja yang siap menjawab tantangan sosial di Kota Ambon.

Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat, Pdt. J.A. Atihuta/Dias, yang membawa seluruh hadirin masuk dalam suasana penuh hikmat dan sukacita, sekaligus menguatkan makna spiritual dari peresmian tersebut.

Di balik perayaan 45 tahun AMGPM Ranting Oikumene, tersimpan perjalanan panjang yang tidak mudah. Sejak tahun 2014, proses pembangunan telah dimulai dengan berbagai keterbatasan. Hingga akhirnya pada akhir 2023, keluarga Noya Takaria menghibahkan lahan dengan penuh ketulusan—menjadi titik balik lahirnya gedung sekretariat yang kini berdiri kokoh.

Semangat “ale rasa beta rasa” benar-benar nyata. Gotong royong, pengorbanan, dan kebersamaan menjadi fondasi utama hingga gedung ini bisa diselesaikan dan diresmikan.

Namun, yang paling disorot bukan sekadar bangunan fisik.

Ini soal arah dan masa depan.

Dalam sambutannya, Robert Sapulete menegaskan bahwa gedung ini harus menjadi pusat lahirnya generasi muda yang kreatif dan inovatif—bukan hanya tempat berkumpul tanpa dampak.

Ia juga secara terbuka menyinggung kondisi sosial di sekitar, mulai dari persoalan keamanan, potensi konflik, hingga masalah sampah di kawasan ruang terbuka publik. Pesan yang disampaikan jelas dan tegas: perubahan hanya akan terjadi jika anak muda berani bergerak.

“Kalau tempat ini aman dan hidup, ekonomi akan ikut tumbuh,” menjadi pesan kuat yang menggema dalam kegiatan tersebut.

AMGPM Oikumene kini berada di posisi strategis—bukan hanya sebagai organisasi gereja, tetapi sebagai kekuatan sosial yang mampu mengubah wajah lingkungan menjadi lebih positif dan produktif.

Acara peresmian ditutup dengan momen simbolis: pengguntingan pita dan penyerahan kunci dari pihak tukang kepada Ketua Angkatan Muda. Selanjutnya, kunci tersebut diserahkan kepada Sekretaris Kota untuk membuka dan meninjau langsung ruangan sekretariat yang baru.

Momen ini menjadi penanda bahwa gedung telah siap digunakan—dan lebih dari itu, siap menjadi “markas perubahan”.

Kini, harapan besar tertuju pada generasi muda AMGPM Oikumene.

Apakah gedung ini akan menjadi pusat gerakan nyata?

Atau hanya menjadi simbol tanpa aksi?

Satu hal yang pasti—dari Oikumene, sebuah gerakan telah dimulai. (CM)

Pos terkait