Bupati bursel Tegaskan Siaga El Nino,322 Daerah Resiko Tinggi Bencana.

Namrole, Malukuexpress com.-Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB-RI) melalui Data Indeks Risiko Bencana Indonesia bahwa Kabupaten Buru Selatan merupakan salah satu dari 322 kabupaten/kota di Indonesia yang dikategorikan dalam kelompok risiko tinggi terhadap bencana.

Hal itu disampaikan Bupati, La Hamidi dalam sambutannya saat penyaluran logistik tanggap darurat dampak El Nino. Menurut bupati, berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Buru Selatan saat ini tengah menghadapi fenomena El Nino yang memicu peningkatan suhu permukaan laut dan berdampak pada penurunan curah hujan secara drastis.

“Kita harus menyadari bahwa El Nino bukanlah sekadar siklus cuaca biasa. Fenomena ini membawa ancaman nyata berupa kemarau panjang, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga risiko gagal panen yang dapat mengganggu stabilitas pangan di wilayah Kabupaten Buru Selatan,” ujar Bupati.

Karena itu, melalui pertemuan ini, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan tidak akan tinggal diam atau sekadar menunggu dampak itu terjadi. Mitigasi sejak dini harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi sesuai prosedur penanganan tanggap darurat di lapangan.

Adapun penyaluran logistik atau sembako oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan hari ini merupakan bagian terpenting dalam proses penanganan tanggap darurat tersebut.

Instruksi Strategis Bupati

Pada kesempatan ini, Bupati memberikan beberapa instruksi strategis kepada seluruh instansi terkait, camat, dan kepala desa dalam wilayah Kabupaten Buru Selatan:

1. Kepada BPBD dan Dinas Sosial:

Segera melakukan pemetaan daerah rawan bencana kebakaran. Lakukan monitoring dan evaluasi, optimalkan distribusi bantuan logistik ke desa-desa yang telah mengalami kebakaran tanpa menunda-nunda sedikit pun.

2. Kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan:

Segera lakukan monitoring dan evaluasi terhadap daerah-daerah yang telah terdampak kebakaran untuk kemudian jadikan catatan strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan ke Pemerintah Pusat.

3. Kepada Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Camat:

Tingkatkan pengawasan di daerah rawan bencana karhutla. Sosialisasikan dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dan/atau membersihkan sampah dengan cara membakar, karena dalam kondisi sekering ini, satu percikan api yang kecil bisa menghanguskan hutan dan lahan kita.

4. Kepada Dinas Kesehatan:

Antisipasi potensi lonjakan penyakit akibat asap, debu, dan sanitasi air yang memburuk, seperti ISPA dan diare. Pastikan Puskesmas selalu siaga memberikan pelayanan terbaik.

Bupati juga menekankan mitigasi bencana tidak akan sukses tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Dari mimbar yang terhormat ini, Bupati ingin mengetuk pintu kepedulian seluruh warga masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran sekecil apapun di hutan dan lahan.

“Mari kita perkuat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Lolik Lalen Fedak Fena, saling menjaga harmoni dan lingkungan, dan segera laporkan kepada kepala desa, camat, atau posko BPBD apabila menemui titik api atau mengalami kendala serius akibat kekeringan,” ajaknya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Bupati mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Forkopimda, para relawan, dan semua pihak yang telah bersiaga di lapangan.

“Mari kita satukan tekad dan sinergi dalam harmoni demi melindungi warga masyarakat Buru Selatan dari dampak buruk El Nino,” tutupnya. (M)

Pos terkait