Dukung Program Kurikulum Merdeka Belajar, Ini Kata Kepsek SMA PGRI 1 Ambon

Malukuexpeess.com, Kepala sekolah SMA PGRI 1 Ambon Rosina Mual, S.Pd.,M.Pd. menjelaskan untuk tahun pelajaran 2022-2023, untuk kelas X sudah memilih salah satu dari Kurikulum merdeka belajar, kita pilih opsi yang kedua dan itu Mandiri,” Kata Kepala sekolah SMA PGRI yang di temui di ruang kerjanya. Selasa (11/10).

Lanjutnya, dimana opsi kedua itu, kita diberikan kesempatan untuk menggunakan semua perangkat mengajar melalui guru sehingga bisa mengembangkan proses belajar mengajar, dan ini diisesuaikan dengan kebutuhan siswa jadi semuanya sudah tersedia, tetapi guru harus bisa merevisi serta tidak diterima mentah-mentah, lalu digunakan kepada siswa, guru harus mampu merancang dengan apa yang ada,”uapnya.

Tambahnya, kita sedang merancang semua, supaya bisa tersedia dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan siswa di lembaga pendidikan, dan kalau untuk kelas XI-XII, kita masih menggunakan kurikulum K13.

Di sampaikan pasalnya kita ada di dalam uji coba, saya berpikir bahwa kita harus ada didalamnya sebelum kurikulum yang dijadikan sebagai kurikulum nasional, nanti pada waktunya, supaya ketika dijadikan sebagai kurikulum nasional kita sudah siap untuk berproses.

Lanjutnya kurikulum ini telah digunakan di tahun pelajaran yang lalu oleh sekolah penggerak dan kita yang bukan sekolah-sekolah penggerak, ini diminta untuk memilih salah satu opsi cuma bedanya kita mandiri, kita melakukannya secara mandiri.

Oleh karena itu, harapan saya mudah-mudahan ketika kita sudah berproses dxfalam uji.
Coba ini kita sudah melakukan satu langkah maju kepada para siswa kita sehingga tidak ketinggalan dengan siswa yang ada di sekolah penggerak paling tidak seperti itu dan para guru kita siap dan dibantu oleh ada 2 guru penggerak yang ada di SMA PGRI Satu kemudian bisa bantu dan membiaskan juga kepada ruang Kelas Siswa. “ucapnya.

Oleh karena itu, di awal dari dari proses belajar mengajar di tahun 2022 2023, kita telah membuat salah satu kegiatan bimbingan teknik untuk para guru dalam rangka mempersiapkan proses belajar mengajar dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar,”tutupnya. (Can)

Pos terkait