Duta Besar Australia Kunjungi Maluku dan Maluku Utara: Perkuat Kerja Sama, Hormati Sejarah, dan Dukung Inklusif

 

Ambon, Malukuexpress.com, 22 Oktober 2025 – Hubungan Australia dan Indonesia makin hangat! Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan bersejarah ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara pada 18–21 Oktober 2025, memperkuat kemitraan di bidang sejarah, pendidikan, dan pembangunan inklusif.

Didampingi Konsul-Jenderal Australia di Makassar Todd Dias dan Atase Pertahanan Brigadir Micah Batt, Dubes Brazier bertemu dengan sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Maluku Hendrick Lewerissa dan Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah.

“Saya sangat senang melihat hubungan yang kuat antara Australia dan Indonesia di kedua provinsi ini,” ujar Dubes Brazier dalam pernyataannya.

Hormati Sejarah dan Pahlawan Perang

Di Ambon, Dubes Brazier berziarah ke Pemakaman Commonwealth, meletakkan karangan bunga untuk menghormati warga Australia yang gugur di Indonesia timur.
Sementara di Morotai, ia menelusuri jejak sejarah militer Australia di Museum Perang Dunia II dan Pemakaman Perang Morotai.

“Situs-situs ini adalah pengingat akan sejarah bersama dan persahabatan yang langgeng,” katanya.

Dukung Pendidikan dan Inklusi

Dubes Brazier juga meninjau SDN 216 Maluku Tengah, sekolah binaan program INOVASI Australia–Indonesia, yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan dasar.
Di Morotai, ia menyaksikan kiprah perempuan dalam membangun masyarakat tangguh melalui program INKLUSI, kemitraan pembangunan Australia–Indonesia untuk masyarakat inklusif.

“Kemitraan ini menunjukkan komitmen kuat kedua negara terhadap pembangunan yang inklusif dan berbasis kepemimpinan lokal,” ujarnya menegaskan.

Gaungkan #AussieBanget di Maluku

Tak hanya itu, Dubes Brazier juga menyapa generasi muda lewat kunjungan ke #AussieBanget Corner di Universitas Pattimura dan menghadiri pertemuan alumni Australia di Ambon, Morotai, dan Ternate.
Di Ternate, pertemuan berlangsung hangat di Desa Wisata Cengkeh Afo, proyek wisata berkelanjutan hasil karya alumnus Australia, Kris Syamsudin.

Kunjungan empat hari ini menjadi bukti bahwa hubungan Australia dan Indonesia bukan hanya soal diplomasi, tapi juga persahabatan, sejarah, dan masa depan bersama yang inklusif.(CM)

Pos terkait