Forkopimda dan Polres Bursel Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Terkait Tindaklanjut Dalam Penanganan Kasus Penemuan Mayat a.n Almarhum Gafar Wawangi di Talo, Desa Lena

Namrole – Malukuexpress.com,-forkopimda dan polres bursel Rapat koordinasi lintas sektoral terkait tindak lanjut dalam penangan kasus penemuan mayat Almarhum a.n Gafar Wawangi di Talo, Desa Lena,Kec Waesama Kab Buru Selatan, dilaksanakan Pada hari Jumat tanggal 19 Desember 2025 pukul 17.15 WIT, bertempat di ruang rapat Bupati Buru Selatan,

Hadir dalam pertemuan dimaksud antara lain Kapolres Buru Selatan,Bupati Buru Selatan, Ketua DPRD Buru Selatan, Danki 735 Nawasena Letda ,Sekda Buru Selatan, Asisten 1 dan Asisten II Bupati Buru Selatan,Pimpinan OPD Pemda Buru Selatan,Kasat Intelkam, Kasat Sabhara , Kasubsi Penmas sihumas dan Kasat Binmas Polres Buru Selatan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sekda Buru Selatan yang menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya rapat koordinasi dan dilanjutkan dengan beberapa arahan dari Forkopimda yang diawali oleh Bupati Buru Selatan.

Bupati Buru Selatan menyampaikan bahwa Pertemuan ini merupakan respon atas tuntutan masyarakat terkait pengungkapan penanganan kasus penemuan mayat a.n Almarhum a.n Gafar Wawangi di Talo, Desa Lena, Kec Waesama .

Permasalahan ini tentunya sudah dalam penanganan Polres Buru Selatan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam upaya penanganan kasus dimaksud tentunya terdapat beberapa hambatan dan kesulitan yang dialami oleh pihak Kepolisian,

namun kami percaya bahwa pihak Kepolisian telah merespon cepat perkara tersebut dan terus bekerja untuk mengungkap kasus dimaksud.

Bupati bursel.l menambahkan sudah kita saling mendukung dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat,

secara tekhnis upaya dimaksud dapat dikoordinasikan dengan unsur terkait, Sosialisasi hukum bagi kalangan warga masyarakat Kec waesama sangat perlu dilakukan karena warga minim terkait pemahaman hukum agar kedepannya tidak lagi terjadi gangguan Kamtibmas disana.

Sementara itu Ketua DPRD Buru Selatan juga mendukung penuh Pihak Kepolisian dalam mengungkap permasalahan dimaksud, namun harus disadari kendala yang paling krusial bahwa minim saksi saksi.”

Ketua DPRD memberikan Saran kepada Pemda Buru Selatan untuk menyambangi Desa Waesili dan Desa Lena agar masyarakat merasakan kehadiran Pemerintah Daerah dalam mendengar aspirasi dari masyarakat terkait kondisi Desa Mereka dan dapat memberikan masukan masukan terkait pengungkapan kasus Dimaksud.

Sementara itu Kapolres Buru Selatan menyampaikan Quick respon atas kejadian dimaksud bahwa kita mengetahui awal kejadian tersebut melalui informasi dari Babinsa, selanjutnya Polsek Waesama mengamankan status quo di TKP agar TKP tidak rusak karena apabila TKP rusak akan menghambat proses penyelidikan dan penyidikan,

Selanjutnya Satuan Reskrim serta satuan fungsi Kepolisian lainnya mendatangi dan mengolah TKP, serta mengumpulkan saksi sekaligus mendalami semua informasi yang diperoleh.

Kendala di TKP saat itu tidak ada sinyal internet, karena dalam proses identifikasi korban, kita harus menggunakan alat bantu teknologi yang terkoneksi dengan jaringan internet, sehingga saat itu personel harus bergeser dari TKP dan mencari lokasi yang ada jaringan internet dan barulah diketahui identitas korban,

Setelah itu kita mencari dan mengumpulkan saksi saksi.
Saat ini secara formal telah melakukan pemeriksaan 15 orang saksi yang ada kaitannya dengan peristiwa tersebut yaitu yang bertemu dan melihat korban sebelum dan setelah kejadian, namun untuk mengarah kepada dugaan pelaku masih sangat minim saksi,

Upaya kami Untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat, kami telah memerintahkan Polsek dan Patroli Sabhara untuk melakukan Patroli secara mobile,

Unsur perangkat Desa dan para tokoh telah disentuh dan dihimbau agar masing masing pihak dapat menghimbau warganya agar tetap menjaga keamanan secara swakarsa dalam pembentukan system keamanan lingkungan (siskamling).

Sekda Buru Selatan menutup Rapat kordinasi, dengan menyampaikan. (*

Pos terkait