MALUKUEXPRESS.COM
Jakarta, 3 Juli 2026 – Hitung mundur menuju groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Blok Masela resmi memasuki fase krusial. Tinggal 12 hari menjelang kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto pada 15 Juli 2026, Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Negosiasi, Diplomasi, dan Kerja Sama Mineral dan Batu Bara, Michael Wattimena, mengeluarkan instruksi tegas: seluruh tahapan pekerjaan harus berjalan presisi, terukur, dan tanpa celah kesalahan.
Penegasan itu disampaikan Michael Wattimena dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bersama INPEX Masela Ltd, SKK Migas, Forkopimda Maluku, Satgas Groundbreaking, dan Tim Terpadu di Wisma Mulia, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
“H-12 Sampai Hari-H Harus Bergerak dalam Satu Irama”
Michael Wattimena menegaskan bahwa setiap agenda sejak H-12 hingga hari pelaksanaan groundbreaking wajib dikendalikan melalui time table yang rinci dan disiplin. Menurutnya, tidak boleh ada satu pun tahapan yang berjalan tanpa koordinasi.
“Mulai dari H minus dua belas sampai dengan tanggal lima belas seluruh agenda harus terukur. Semua elemen harus bergerak sinkron agar saat Bapak Presiden hadir, seluruh persiapan benar-benar matang, menyemarakkan, dan siap total,” tegas Michael Wattimena.
Mantan Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu menilai keberhasilan acara bersejarah tersebut akan sangat ditentukan oleh kedisiplinan seluruh pihak dalam menjalankan setiap tahapan sesuai jadwal yang telah disusun.
Groundbreaking Bukan Sekadar Seremoni, Besoknya Harus Langsung Bergerak
Michael Wattimena juga mengingatkan bahwa peletakan batu pertama tidak boleh berhenti sebagai seremoni simbolis. Ia meminta INPEX, SKK Migas, dan seluruh kontraktor segera memperlihatkan aktivitas nyata di lapangan begitu acara selesai.
“Setelah groundbreaking harus langsung ada aktivitas yang signifikan. Pergerakan fisik di lapangan harus segera terlihat agar masyarakat merasakan bahwa proyek ini benar-benar dimulai dan membawa manfaat bagi kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan pekerjaan pasca-groundbreaking akan menjadi bukti nyata bahwa proyek energi terbesar Indonesia ini benar-benar bergerak, sekaligus memberikan dampak langsung terhadap ekonomi daerah melalui sektor transportasi, akomodasi, logistik, hingga pelaku UMKM.
Tenaga Kerja Lokal Harus Jadi Pemeran Utama
Tak hanya berbicara soal infrastruktur, Michael Wattimena juga menaruh perhatian besar terhadap keterlibatan masyarakat Maluku dalam proyek bernilai strategis tersebut.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja lokal harus mulai dipetakan sejak sekarang agar masyarakat yang memiliki kompetensi dan sertifikasi dapat menjadi bagian utama dalam pembangunan LNG Blok Masela.
“Proyek ini akan berjalan dalam jangka panjang. Karena itu masyarakat lokal harus dipersiapkan sejak dini melalui sertifikasi dan peningkatan kompetensi agar mereka menjadi aktor utama yang menikmati manfaat ekonomi dari proyek ini,” tegasnya.
Blok Masela Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Maluku
Rapat koordinasi ini menjadi penanda bahwa pemerintah tidak hanya mengejar suksesnya agenda kedatangan Presiden, tetapi juga memastikan proyek LNG Blok Masela benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan di Maluku.
Dengan persiapan yang memasuki fase akhir, seluruh pemangku kepentingan kini berpacu dengan waktu. Targetnya bukan hanya menghadirkan seremoni yang sukses, melainkan memastikan bahwa sehari setelah groundbreaking, pembangunan benar-benar bergerak dan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.
Turut hadir dalam rapat tersebut manajemen INPEX, SKK Migas, serta Tenaga Ahli Menteri ESDM Umar Lessy, Michael Wattimena, dan Dereck Loupatty. Hadir pula secara langsung Pangdam XV/Pattimura, Sekretaris Daerah Maluku, Komandan Kodaeral IX/Ambon, sementara Kapolda Maluku beserta jajaran dan Komandan Lanud Pattimura mengikuti rapat secara virtual.(CM)






