Malukuexpress.com, Ambon, 24 Januari 2026 — Amboina relity music (ARM) memperingati hari ulang tahunnya yang keempat sebagai momentum refleksi dan pembaruan arah organisasi. Perayaan ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga penegasan komitmen ARM dalam membangun identitas musik yang kuat, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai budaya.
Pada peringatan tersebut, Ketua ARM “Stane Latumahina” menegaskan kembali pentingnya perubahan cara berpikir (mindset) sebagai fondasi utama dalam proses berorganisasi dan berkarya. Perubahan ini menjadi titik awal bagi pembaruan konsep, termasuk penyegaran identitas visual serta arah musikal IRM ke depan.
ARM memposisikan diri untuk lebih fokus pada pengembangan musik etnik dan ritmik, khususnya Sambrah, Kasidahan, dan Hadrat, sebagai ciri khas utama organisasi. Ketiga genre ini dinilai memiliki nilai budaya, spiritual, dan edukatif yang kuat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran kreatif bagi para anggotanya,” tambah Stane.
Konsep musikal ARM ke depan dibangun melalui kolaborasi antara unsur melodi dan ritmik, yang diwujudkan dalam proses aransemen kreatif. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya musik yang tidak hanya artistik, tetapi juga mencerminkan identitas lokal yang otentik,” paparnya.
Selain fokus pada pengembangan musik, ARM juga menegaskan komitmennya terhadap program-program berkelanjutan. Salah satu di antaranya adalah ARM Go Green, sebuah program edukatif yang dilaksanakan secara berkala setiap enam bulan sekali dengan menggabungkan aktivitas musik, kepedulian lingkungan, serta interaksi langsung dengan alam sebagai ruang belajar dan berekspresi, tegas Stane.
Ke depan, ARM membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai komunitas seni dan musik, seperti komunitas ukulele, brass, dan trompet, sebagai upaya memperkaya wawasan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kualitas kreativitas anggotanya.
Memasuki tahun-tahun mendatang, ARM diharapkan terus bertumbuh sebagai ruang edukasi, kreativitas, dan kolaborasi, dengan identitas yang jelas serta kontribusi nyata bagi perkembangan musik dan kebudayaan, “tutupnya. *)







