MALUKUEXPRESS.COM, Ambon – Pelantikan pengurus KONI Kota Ambon periode 2025–2029 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Sabtu (18/4/2026), seharusnya menjadi titik balik kebangkitan prestasi olahraga, bukan sekadar seremoni tahunan.
Prosesi diawali doa lintas agama yang dipimpin Pdt. Lenting Samuel dan Ustadz Abdul Karim Tawamu, mencerminkan semangat kebersamaan. Namun di balik suasana sakral itu, tantangan besar sudah menanti di depan mata.
Ketua Umum KONI Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan dunia olahraga semakin kompleks. Karena itu, KONI diminta benar-benar hadir sebagai motor penggerak, bukan hanya lembaga formalitas.
Pengukuhan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum KONI Provinsi Maluku Nomor 03 Tahun 2026, sebagai tindak lanjut hasil Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) 27 September 2025. Legalitas kuat, tapi publik menuntut lebih dari sekadar dasar hukum.
“Di tengah berbagai tantangan, KONI harus memainkan peran penting dalam memajukan olahraga. Ini bukan sekadar pelantikan, tapi momentum konsolidasi dan pembenahan ke depan,” tegas Wattimena.
Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung pengembangan olahraga, mulai dari kebijakan pembangunan infrastruktur hingga penyelenggaraan kejuaraan di tingkat kecamatan.
Namun, pesan paling tajam justru mengarah pada tanggung jawab nyata pengurus: menemukan dan membina atlet berbakat secara serius.
“Kalau katong kerja dengan baik, Ambon bisa kembali jadi gudang atlet berprestasi,” ujarnya optimistis.
Senada dengan itu, Ketua Umum KONI Provinsi Maluku, Sam Latuconsina, mengingatkan bahwa Ambon memiliki sejarah panjang sebagai lumbung atlet nasional. Ia berharap kepengurusan baru tidak menyia-nyiakan potensi tersebut.
“Ambon dikenal punya banyak atlet berbakat. Ini harus dijaga dan ditingkatkan. Koordinasi dengan KONI pusat juga penting, apalagi menghadapi agenda seperti Popmal dan kejuaraan pelajar,” kata Sam.
Pelantikan ini juga menegaskan bahwa pekerjaan rumah ke depan tidak ringan. Variasi cabang olahraga yang semakin berkembang menuntut sistem pembinaan yang lebih serius, terarah, dan berkelanjutan.
KONI Kota Ambon kini berada di persimpangan: tetap menjadi organisasi administratif semata, atau benar-benar turun ke lapangan, mencari, membina, dan mengangkat atlet berbakat hingga berprestasi di tingkat nasional.
Pilihan itu akan menentukan—apakah Ambon kembali berjaya di dunia olahraga, atau hanya berhenti pada seremoni dan janji. (CM)






