Lomba Jukulele Jadi Warna Baru HUT Kota Masohi ke-68: Musik Damai dari Bumi Pamahanusa Gema ke Seluruh Maluku

MALUKUEXPRESS.COM – Masohi, 31 Oktober 2025. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui Dinas Pendidikan sukses menggelar Lomba Jukulele Tingkat SD dan SMP, dengan mengusung tema besar “Menebarkan Cinta Damai untuk Indonesia, Maluku, dan Dunia.”

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2025, dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kota Masohi ke-68.

Halid Pattisahusiwa: Musik Jadi Semangat Baru HUT Kota Masohi

Acara dibuka langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setda Maluku Tengah, Halid Pattisahusiwa, S.Sos,mewakili Bupati Maluku Tengah, yang hadir bersama Forkopimda, pimpinan TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah, dewan juri, serta panitia Tim MJL (Maluku Jukulele Leaders).

Dalam sambutan Bupati yang di bacakan oleh, Halid Pattisahusiwa S.Sis, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata inovasi dan semangat baru dalam perayaan ulang tahun Kota Masohi.

“Lomba jukulele ini menjadi motivasi baru dalam momentum HUT Kota Masohi. Ini bukan hanya tentang musik, tapi tentang semangat, keakraban, dan pengembangan talenta-talenta muda yang luar biasa di Bumi Pamahanusa,” ujarnya penuh semangat.

Halid menambahkan bahwa kegiatan ini kini resmi menjadi agenda tahunan HUT Kota Masohi.

Bahkan, ia sempat melontarkan candaan yang membuat suasana semakin hangat.

“Pemerintah daerah harus tetap mendukung kegiatan seperti ini. Kalau tidak mendukung, tidak mungkin kita ada di sini dong,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Menurut Halid, lomba jukulele ini juga akan menjadi ikon baru bagi Kabupaten Maluku Tengah, sekaligus memperkuat kerja sama antara Dinas Pendidikan dan MJL dalam membangun karakter generasi muda.

“Melalui musik, kita ajak anak-anak untuk tumbuh dalam suasana penuh persahabatan dan kedamaian. Mari bersama-sama membangun karakter anak-anak Maluku Tengah yang lebih baik,” tutupnya.

Nicko Tulalessy: Ukulele Adalah Identitas Musik Maluku

Sementara itu, Ketua Moluccan Jukulele Leaders, Gaspar Nikolaas Tulalessy — yang akrab disapa Nicko — dalam sambutannya menyampaikan bahwa ukulele telah lama menjadi identitas musik khas Maluku.

“Ukulele ini sudah jadi bagian dari jiwa musik orang Maluku. Menang atau kalah dalam lomba bukan tujuan utama. Yang penting, ini jadi motivasi untuk terus berkembang dan berlatih lebih baik di tahun-tahun mendatang,” tutur Nicko.

Nicko menambahkan, kegiatan ini menjadi momen tahunan penting bagi Maluku Tengah dalam menggali dan mengembangkan bakat anak-anak di bidang musik tradisional modern.

“Yang menang jangan cepat puas, yang belum menang jangan menyerah. Karena semua anak di sini sudah luar biasa,” tambahnya dengan senyum bangga.

Anak-Anak Tampil Memukau, Suasana Penuh Cinta dan Persaudaraan

Penampilan para peserta dari berbagai sekolah dasar dan menengah benar-benar memukau.
Dengan semangat dan keceriaan, mereka memetik senar jukulele sambil menyanyikan lagu-lagu bertema damai, menciptakan suasana haru dan kebersamaan yang kental di lokasi acara.

Lomba yang diperkasai oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui Dinas Pendidikan, bekerja sama dengan MJL (Maluku Jukulele Leaders) ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat.

Tak hanya menjadi ajang seni, kegiatan ini juga menjadi simbol harmoni, cinta, dan persaudaraan dari Bumi Pamahanusa untuk Indonesia dan dunia.

Lomba Jukulele Masohi 2025 — Musik yang Menyatukan, Damai yang Menggema.
(CM)

Pos terkait