MALUKUEXPRESS.COM
AMBON — Ketua DPRD Kota Ambon Moritz Tamaela melontarkan pesan tegas kepada seluruh masyarakat Kota Ambon: jangan mudah terprovokasi, jangan menjadi api di tengah konflik, dan jangan memberi ruang bagi pihak mana pun untuk memecah persatuan orang Ambon.
Pesan itu disampaikan Moritz dalam dialog bersama Wali Kota Ambon dan Kapolresta Ambon, dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-451 Kota Ambon.
Bagi Moritz, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan utama Kota Ambon.
“Persatuan dan kesatuan, kebersamaan kita di Kota Ambon harus lebih diperkokoh. Momentum 17 Agustus ini menjadi momentum bagaimana kesadaran pola pikir seluruh anak bangsa, generasi di Kota Ambon ini untuk bersatu padu,” tegas Moritz.
JANGAN JADI API!
Moritz secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak memperbesar persoalan-persoalan kecil yang dapat berkembang menjadi konflik lebih besar.
Ia meminta masyarakat memilih menjadi penyejuk, bukan provokator.
“Jangan lagi kita menjadi api di tengah-tengah pertikaian kecil. Bagaimana kita bisa menjadi air untuk meredam semua perbedaan, bahkan potensi-potensi konflik,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, masyarakat harus semakin bijak. Perbedaan pendapat yang seharusnya dapat diselesaikan dengan komunikasi justru bisa berubah menjadi pertikaian ketika dibumbui provokasi, saling hujat dan penyebaran informasi yang memperkeruh suasana.
Satu persoalan kecil jangan sampai membakar persaudaraan yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Moritz menegaskan, solidaritas, kerukunan dan kebersamaan bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
WASPADA PROPAGANDA, JANGAN BIARKAN ORANG AMBON DIPECAH BELAH
Tak hanya soal konflik kecil, Moritz juga mengingatkan masyarakat Ambon dan Maluku agar memiliki ketahanan terhadap berbagai bentuk propaganda yang berpotensi memecah persatuan.
Menurutnya, ancaman bisa datang dari luar maupun dari dalam, terutama ketika masyarakat mudah percaya terhadap isu yang belum tentu benar.
“Bagaimana mampu memproteksi ancaman-ancaman propaganda, baik itu dari luar maupun dari dalam kita sendiri. Sesuatu yang harus kita perbaiki kembali,” katanya.
Karena itu, ia menyerukan agar rasa solidaritas orang Ambon kembali diperkuat.
“Harus dikumpulkan kembali rasa solidaritas orang Ambon, supaya kita tidak dipecah belah. Kita tetap satu.”
KALAU TIDAK BERSATU, BAGAIMANA AMBON MAJU?
Moritz menilai persatuan bukan hanya penting untuk menjaga keamanan dan kerukunan, tetapi juga menjadi modal utama untuk mendorong pembangunan Kota Ambon.
Ia mempertanyakan bagaimana pembangunan dapat berjalan maksimal jika masyarakat masih mudah terpecah oleh perbedaan dan konflik.
“Bagaimana bicara kemajuan pembangunan ke depan kalau kita tidak bersatu. Jadi penting sekali kegiatan-kegiatan seperti ini,” pungkasnya.
Pesan Moritz menjadi pengingat bagi seluruh warga Ambon: berbeda pilihan boleh, berbeda pendapat wajar, tetapi jangan sampai perbedaan membuat persaudaraan hancur.
Jangan jadi api yang membakar Ambon. Jadilah air yang mendinginkan suasana. Jangan mudah diadu domba. Karena Ambon yang kuat adalah Ambon yang tetap satu.
(CM)






