Malukuexpress.com Ambon, 23 Agustus 2025 – Yayasan Arika Mahina (YAM) kembali melanjutkan implementasi Program Pembelajaran Berbasis Digital Sekolah Enuma Indonesia (SEI) memasuki siklus ke-4 tahun ajaran 2025/2026, bekerja sama dengan The HEAD Foundation sebagai mitra donor. Program ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Ambon serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah.
Pelaksanaan tahun ini melibatkan 10 sekolah dasar dan 2 PAUD, mencakup 8 sekolah di Kota Ambon dan 2 sekolah di Kabupaten Maluku Tengah, Kecamatan Saparua, dengan total 745 siswa penerima manfaat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, YAM menyelenggarakan Sosialisasi Pembelajaran Digital Sekolah Enuma yang ditujukan kepada orang tua siswa PAUD serta siswa kelas 1 dan 2 SD. Kegiatan ini digelar di masing-masing sekolah peserta program mulai 22 Agustus hingga 23 Oktober 2025.
SD Negeri 2 Tawiri menjadi salah satu sekolah negeri di Kota Ambon yang dipercaya menjalankan program pembelajaran digital melalui aplikasi Sekolah Ilmuwan Indonesia (SII). Program ini merupakan kerja sama antara pihak sekolah, Yayasan Arika Mahina, dan Dinas Pendidikan Kota Ambon, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar berbasis teknologi di era digitalisasi.
Kepala SD Negeri 2 Tawiri, Edward. Jotjeman Purmiasa
dalam arahannya kepada orang tua murid menjelaskan, bahwa program digitalisasi ini merupakan langkah penting agar anak-anak di Ambon dapat bersaing dengan sekolah lain, baik di tingkat kota maupun nasional.
“Kita sudah bukan di zaman manual lagi. Sekarang semuanya serba digital. Anak-anak harus difasilitasi supaya tidak tertinggal,” ujarnya.
Program Sekolah Ilmuwan Indonesia sudah memasuki tahun kedua pelaksanaan di SD Negeri 2 Tawiri. Dari lebih dari 200 sekolah dasar di Kota Ambon, hanya beberapa sekolah yang mendapatkan kesempatan mengikuti program ini. Tahun ini, SD Negeri 2 Tawiri menjadi satu-satunya sekolah di kawasan Teluk Ambon yang melaksanakan pembelajaran digital.
Pembelajaran Digital Tanpa Internet
Melalui aplikasi Sekolah Ilmuwan Indonesia, siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan menggunakan video interaktif, permainan edukatif, serta aktivitas belajar yang dapat diakses secara offline.
Hal ini memungkinkan siswa tetap bisa belajar meskipun berada di daerah dengan keterbatasan akses internet.
Aplikasi ini juga memiliki sistem asesmen otomatis yang dapat mengukur kemampuan anak hingga 10% lebih baik setelah tiga bulan penggunaan. Materi yang tersedia meliputi pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam, disusun sesuai jenjang belajar anak.
Selain itu, guru dan orang tua dapat memantau perkembangan siswa melalui Learning Management System (LMS) yang terintegrasi dengan aplikasi.
Meningkatkan Pemahaman Orang Tua terhadap Pembelajaran Digital
Yayasan Arika Mahina, melalui tim pelaksana,Linda Pattiserlihun ( Project Officer),
menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran berbasis digital di rumah.
“Pembelajaran digital tidak hanya membutuhkan kesiapan sekolah dan siswa, tetapi juga dukungan aktif dari orang tua. Dengan memahami manfaat dan cara penggunaan aplikasi Sekolah Enuma, orang tua dapat menjadi mitra penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak,” ujar Linda
Kegiatan sosialisasi ini memperkenalkan konsep dan komponen utama Sekolah Enuma, termasuk demo penggunaan aplikasi, sesi tanya jawab, serta komitmen bersama antara sekolah, orang tua, dan Yayasan Arika Mahina dalam mendukung keberhasilan program.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi Anak
Program Sekolah Enuma Indonesia berfokus pada peningkatan literasi dan numerasi anak usia 4–9 tahun melalui aplikasi pembelajaran interaktif. Melalui kegiatan ini, para orang tua diajak untuk memahami peran penting mereka dalam memantau dan mendampingi anak selama proses belajar digital berlangsung.
Selain menjadi sarana sosialisasi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai forum komunikasi antara pihak sekolah, Yayasan Arika Mahina, dan orang tua siswa, guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal.
Para orang tua murid SD Negeri 2 Tawiri menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap pelaksanaan program digitalisasi pembelajaran melalui Sekolah Ilmuwan Indonesia. Mereka berharap sistem belajar berbasis teknologi ini dapat terus berlanjut dan membantu anak-anak belajar dengan cara yang lebih modern dan menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak kami bisa belajar dengan sistem digital yang unggul. Terima kasih juga kepada Yayasan Arika Mahina yang telah memotivasi kami, para orang tua, agar anak-anak tidak lagi terlalu fokus pada permainan game yang tidak baik untuk perkembangan otak,” ujar salah satu perwakilan orang tua murid.
Mereka berharap, melalui program ini, anak-anak dapat lebih fokus belajar, memiliki semangat baru, serta mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis sejak dini.
“Kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut, karena sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak kami,” tambahnya.
Jadwal Sosialisasi di 12 Sekolah
Sosialisasi dilaksanakan secara bergiliran di 12 sekolah mitra, antara lain SDN 4 Ambon, SDN 11 Ambon, SDN 47 Ambon, SD Kristen Rehoboth, PAUD Aurora Latta, KB Gembira, SDN Seilale, SDN Toisapu, SDN 70 Ambon, SDN 2 Tawiri, serta dua sekolah di Maluku Tengah yaitu SDN 260 dan SDN 292 Maluku Tengah.
Setiap kegiatan dimulai pukul 10.00 WIT dengan susunan acara yang meliputi pembukaan oleh kepala sekolah, sesi sosialisasi oleh tim Yayasan Arika Mahina, dan penutupan.
Menatap Pembelajaran Masa Depan
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang melek digital sejak dini.
“Kami percaya bahwa literasi digital harus dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah. Sosialisasi ini menjadi jembatan penting agar semua pihak—orang tua, guru, dan sekolah—memiliki pemahaman yang sama dalam mendampingi anak-anak belajar di era digital,” tambah perwakilan YAM.
Program Sekolah Enuma Indonesia terus menunjukkan komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di Maluku melalui pendekatan teknologi yang inklusif dan menyenangkan.(CM)






