MALUKUEXPRESS.COM, Ambon 16 April 2026, Pertarungan menuju kursi Sekretaris Kota (Sekot) Ambon tak lagi sekadar seleksi jabatan—ini sudah berubah jadi arena adu kekuatan, pengaruh, dan strategi tingkat tinggi di jantung birokrasi Maluku.
Empat nama besar resmi masuk gelanggang. Bukan figur sembarangan—semuanya pemain lama dengan rekam jejak tajam. Tapi di balik itu, aroma persaingan keras mulai tercium. Bahkan, sumber internal menyebut kontestasi ini sebagai “pertempuran senyap paling panas tahun ini.”
Empat Kandidat, Satu Kursi Panas
Roby Sapulette — Petahana yang Tak Mau Turun Tahta
Sebagai Plt Sekot, Sapulette jelas bukan penonton. Ia sudah “pegang kendali” dan dianggap berhasil menjaga ritme pemerintahan. Tapi justru itu yang jadi sorotan: apakah ia akan dipermanenkan, atau justru disingkirkan di tikungan akhir?
Elias Apries B. Gaspersz — Penantang dengan Agenda Bersih-Bersih
Datang dengan narasi reformasi birokrasi, Gaspersz membawa pesan kuat: perubahan. Ia dikenal punya jaringan lintas lembaga. Namun pertanyaannya, apakah idealisme cukup untuk menumbangkan kekuatan petahana?
Steven Dominggus — Si Strategi Sunyi
Tak banyak bicara, tapi disebut-sebut paling memahami “dapur ASN”. Dominggus adalah tipe yang bergerak tanpa suara, tapi hasilnya terasa. Dalam kontestasi seperti ini, diam bisa jadi senjata paling berbahaya.
Richard Luhukay — Kuda Hitam Senior
Masuk di detik terakhir, tapi langsung mengguncang. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Luhukay bukan nama baru. Meski sempat diterpa isu administratif, ia justru tampil percaya diri. Jangan remehkan pemain lama yang tahu semua celah sistem.
Bukan Sekadar Seleksi, Ini Ujian Kekuatan
Secara formal, semua kandidat harus melewati tahapan ketat: pakta integritas, bebas temuan, hingga rekomendasi PPK. Tapi publik tahu, di level ini, faktor “X” seringkali lebih menentukan daripada sekadar berkas.
Bola panas kini ada di tangan Wali Kota Ambon. Keputusan akhir akan jadi penentu:
Apakah memilih stabilitas dengan mempertahankan orang dalam?
Atau ambil risiko dengan wajah baru yang menjanjikan perubahan?
Sinyal Keras dari Dalam: Ada Tarik-Menarik?
Beberapa sumber menyebut mulai terjadi manuver diam-diam di balik layar. Lobi, dukungan internal, hingga tarik-menarik kepentingan disebut makin terasa menjelang tahap akhir.
Ini bukan lagi soal siapa paling layak di atas kertas—tapi siapa paling kuat bertahan di bawah tekanan.
Siapa Pemenangnya?
Satu kursi, empat kekuatan besar.
Petahana yang ingin mengunci posisi.
Reformis yang ingin merombak sistem.
Teknokrat yang bermain senyap.
Dan senior yang siap mengejutkan.
Ambon sedang menyaksikan pertarungan elit birokrasi yang sesungguhnya.
Dan satu hal pasti, siapa pun yang menang, akan menentukan wajah pemerintahan Kota Ambon ke depan—apakah tetap nyaman, atau justru diguncang perubahan besar. (CM)






