Sejumlah Infrastruktur di Buru, DPRD Soroti Penumpang di Teluk Bara

Malukuexpress.com, Anggota Komisi III DPRD Maluku Anos Yeremias mengungkapkan infrastruktur yang dibangun di Kabupaten Buru menggunakan APBD dan APBN sudah cukup baik.

Dalam pengawasan yang dilakukan mulai dari jalan, jembatan, irigasi bahkan ada juga reservasi dan ada juga pelabuhan penyeberangan rata-rata sudah cukup baik,” Ujar Anos Yeremias kepada media Rabu 16/6/2022.

Terkait pengawasan Komisi III di pelabuhan penyeberangan Teluk Bara, Yeremias mengatakan pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXIII Provinsi Maluku mengaku kalau arus penumpang hanya sedikit.

Di sana kami mendapatkan penjelasan dari pihak BPTD XXIII yang mengelola pelabuhan itu bahwa arus penumpang di situ sangat sedikit terkadang ada 9 penumpang yang banyak sekitar 20an,” jelasnya.

Untuk itu, kondisi ini menjadi keprihatinan Komisi III sebab pelabuhan Teluk Bara menjadi pintu masuk Maluku dari Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara.

“Kami khawatir ke depannya pelabuhan itu terlikuidasi karena makin hari penumpang makin sedikit dikarenakan banyak fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah seperti jalan dan juga kapal-kapal perintis yang juga sudah menyinggahi beberapa Pulau di Maluku Utara,” kata Yeremias.

Ketua Fraksi Golkar ini juga mengungkapkan Kapal Sabuk 105 yang melayari Maluku dan Maluku Utara termasuk Sula juga terkena dampak.

Masyarakat sekarang ini sudah banyak pilihan. Itulah sebabnya keluhan PD Panca Karya terhadap lintasan di situ yang katanya sering kali merugi ya itu betul karena penumpang sedikit dan sepi. Namun fasilitas di sana bagus dan luar biasa,” ucapnya.

Ia berharap ke depan pemerintah Kabupaten Buru mengembangkan kawasan Teluk Bara di Buru Utara Barat, 124 kilometer dari Namlea.

Kalau misalnya pemerintah daerah memanfaatkan lokasi itu sebagai tempat wisata baru karena pantai bagus kemungkinan besar maka ekonomi akan berkembang di situ dan meningkatkan PAD,” Pungkasnya.  (*

Pos terkait