MALUKUEXPRESS.COM, AMBON — Sidang Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Nehemia ke-42 Tahun 2026 resmi digelar di Gereja Nehemia, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (25/1/2026). Persidangan ini mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” dengan subtema “Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah.”
Ibadah pembukaan Sidang Jemaat dipimpin oleh Pdt. Ny. Ika Tuankotta dari Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon, dengan pembacaan Firman Tuhan dari Mazmur 147:1–20. MPK Pulau Ambon sekaligus membuka secara resmi persidangan tersebut.
Sidang Jemaat ini dihadiri oleh Wali Kota Ambon yang didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas PUPR, Kepala Bagian Protokol Pemkot Ambon, Camat Nusaniwe, Kapolsek Nusaniwe, Danramil Nusaniwe, Anggota DPRD Kota Ambon, Lurah Nusaniwe, Kepala Puskesmas Nusaniwe, serta unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat,peserta sidang ,dan jemaat.
Dalam laporan Ketua Panitia Sidang Jemaat ke-42, Carolina Salhuteru/Lestuni, disampaikan bahwa persidangan ini merupakan momentum strategis bagi kehidupan dan pelayanan Jemaat GPM Nehemia. Sidang Jemaat menjadi ruang evaluasi, refleksi, sekaligus perencanaan pelayanan ke depan agar pertumbuhan iman dan kualitas pelayanan jemaat semakin baik.
“Melalui persidangan ini, jemaat diajak bersama-sama mendengar suara Tuhan, menimbang pergumulan jemaat, serta merumuskan langkah-langkah strategis demi pelayanan yang berkelanjutan,” ujar Carolina.
Ia menjelaskan, dasar pelaksanaan Sidang Jemaat ini merujuk pada Tata Gereja dan Peraturan GPM serta Surat Keputusan Majelis Jemaat GPM Nehemia Nomor 16/SKEP/KPA-JMH/E.2/03/2025 tertanggal 16 Maret 2025.
Tujuan persidangan meliputi evaluasi program pelayanan periode sebelumnya, penetapan program kerja dan anggaran jemaat periode selanjutnya, serta penguatan kebersamaan dan komitmen pelayanan seluruh unsur jemaat.
Jumlah peserta Sidang Jemaat ke-42 tercatat sebanyak 204 orang, terdiri dari 69 Majelis Jemaat, 98 utusan sektor, dan 37 peserta luar biasa. Pembiayaan persidangan bersumber dari sumbangan jemaat dan berbagai upaya penggalangan dana yang dilakukan panitia.
Caroline juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MPK Pulau Ambon, Wali Kota Ambon beserta jajaran, Majelis Jemaat GPM Nehemia, seluruh pelayan, warga jemaat, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Sidang Jemaat ke-42 ini.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Nehemia, Pdt. Ny. M.Y. Mahulette, dalam sambutannya mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa bersyukur dalam segala hal sebagai wujud iman di dalam Kristus Yesus, sebagaimana tertulis dalam 1 Tesalonika 5:18.
Ia menegaskan bahwa Sidang Jemaat merupakan lembaga pengambilan keputusan tertinggi di jemaat, sehingga menjadi sarana penting untuk mengevaluasi pelayanan, menyusun perencanaan strategis yang berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas pelayanan bergereja dan bermasyarakat.
“Tantangan dunia yang semakin modern tidak dapat dihadapi hanya dengan kekuatan dan pengetahuan, tetapi dengan iman yang kokoh dan pelayanan yang tekun sesuai kasih Allah,” tegasnya.
Menurutnya, arah kebijakan pelayanan Jemaat GPM Nehemia ke depan akan lebih berfokus pada pelayanan berbasis umat, termasuk penguatan persekutuan keluarga, pembinaan karakter, serta peningkatan perhatian kepada pelayanan pendidikan, beasiswa, dan kesejahteraan jemaat.
Dalam arahan sekaligus sambutan pembukaan Sidang Jemaat, Pdt. Ny. Ika Tuankotta menekankan bahwa gereja hidup karena anugerah Allah. Oleh sebab itu, seluruh rangkaian pelayanan, persekutuan, dan kesaksian gereja harus dilandasi oleh semangat syukur dan ketergantungan kepada Tuhan.
Ia mengingatkan bahwa Sidang Jemaat merupakan agenda gerejawi yang penting dan strategis dalam penataan serta pengembangan pelayanan GPM, yang dilaksanakan berbasis dokumen Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) 2025–2030.
Selain itu,Pdt Ika menekankan pentingnya perhatian serius terhadap pendampingan dan pembinaan keluarga, anak, remaja, pemuda, serta warga jemaat berkebutuhan khusus. Pelayanan kepada anak dinilai sebagai investasi strategis bagi masa depan gereja di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Di akhir arahannya, Pdt. Ny. Ika Tuankotta mengajak seluruh peserta Sidang Jemaat memaknai kehadiran mereka sebagai kesempatan dari Tuhan untuk memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif, membangun komunikasi pastoral yang memulihkan, serta memperteguh komitmen iman dalam membangun kehidupan sebagai warga gereja, masyarakat, dan bangsa.
Untuk diketahui, Jemaat GPM Nehemia terdiri dari 14 sektor, dan Panitia Sidang Jemaat ke-42 Tahun 2026 dipercayakan kepada Sektor El-roi. (MN)








