MALUKUEXPRESS.COM,Piru, 24 November 2025, Implementasi Aksi Perubahan “Efektivitas Penataan Layanan Administrasi dan Informasi Berbasis Komunitas Nelayan di Kabupaten Seram Bagian Barat” – Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan XVII BPSDM Provinsi Maluku Tahun 2025
Dinas Perikanan Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi ETALASE NELAYAN bagi admin dinas dan operator pos layanan dari 2 Desa Percontohan yaitu Desa Kamal dan Desa Kawa pada Senin, 24 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Dinas Perikanan. Kegiatan ini merupakan rangkaian utama dari implementasi Aksi Perubahan Efektivitas Penataan Layanan Administrasi dan Informasi Berbasis Komunitas Nelayan di Kabupaten Seram Bagian Barat, yang digagas oleh Stevie Sahubuurua, S.Pi., M.M, peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan XVII BPSDM Provinsi Maluku Tahun 2025.
Kegiatan Bimbingan Teknis ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Perikanan Kab. Seram Bagian Barat Abdulla N. Kamsurya, S.Pi sekaligus membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Kepala Dinas Perikanan menegaskan bahwa Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi ETALASE-NELAYAN merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi dan informasi bagi komunitas nelayan dan diharapkan agar admin dinas dan operator pos layanan untuk menguasai penggunaan aplikasi, memastikan ketepatan dan keterbaruan data, serta memberikan pendampingan maksimal kepada nelayan di desa-desa. Kepala Dinas Perikanan juga menekankan pentingnya koordinasi antara dinas, pos layanan, dan pemerintah desa agar implementasi aplikasi berjalan efektif. Transformasi digital melalui ETALASE-NELAYAN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh Nelayan.
Kegiatan Bimbingan Teknis ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan layanan digital melalui aplikasi ETALASE-NELAYAN, sekaligus memastikan admin dinas dan operator pos layanan memahami mekanisme kerja sistem yang akan digunakan dalam pelayanan administrasi dan informasi kepada komunitas nelayan.
Para peserta juga mendapatkan sesi praktik langsung, sehingga dapat mengoperasikan aplikasi secara mandiri dan memahami alur penggunaan dari sisi admin maupun operator pos layanan sehingga pada saat penerapan dan implementasi aplikasi ETALASE-NELAYAN dapat berjalan dengan lancer.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Admin dinas dan operator pos layanan menilai bahwa Bimtek ini sangat membantu meningkatkan kemampuan teknis mereka dalam memanfaatkan aplikasi ETALASE-NELAYAN sebagai platform layanan digital yang memudahkan nelayan dalam mengakses informasi maupun mengurus administrasi.
Dengan terselenggaranya Bimbingan Teknis ini, diharapkan implementasi Aksi Perubahan ETALASE-NELAYAN dapat berjalan optimal dan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik di sektor perikanan. (*






