MALUKUEXPRESS.COM
Senin 13 April 2026
Ambon — Suasana haru dan penuh kehormatan menyelimuti Markas Komando Daerah Militer XV/Pattimura saat digelarnya upacara tradisi pelepasan Putranto Gatot Sri Handoyo. Prosesi ini menjadi momen puncak pengabdian beliau sebelum meninggalkan satuan yang telah dipimpinnya.
Upacara berlangsung secara terstruktur dan disiplin, sesuai dengan protokol militer yang ketat. Rangkaian kegiatan dimulai dari persiapan pasukan, penyusunan formasi barisan, hingga pelaksanaan acara inti yang sarat makna simbolis. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah tradisi Pedang Pora, di mana barisan perwira membentuk gerbang kehormatan sebagai simbol penghormatan terakhir.
Tak hanya itu, prosesi juga diwarnai dengan pemasangan foto pejabat di galeri kehormatan, pemberian kain tenun khas Maluku, serta bunga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian. Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan dan penghormatan dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia.
Puncak acara ditandai dengan penghormatan senjata oleh regu jaga, diiringi aba-aba komando yang tegas dan terukur. Setiap gerakan dilakukan dengan presisi tinggi, menggambarkan disiplin serta hierarki yang menjadi ciri khas institusi militer.
Upacara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol perpisahan yang penuh makna antara seorang pemimpin dengan prajuritnya. Tradisi seperti ini terus dijaga sebagai bagian dari warisan budaya militer yang menjunjung tinggi kehormatan, loyalitas, dan solidaritas.
Dengan berakhirnya prosesi ini, maka berakhir pula satu babak penting dalam perjalanan karier Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo di Kodam XV/Pattimura, meninggalkan jejak pengabdian yang akan terus dikenang.(CM)






