Malukuexpress.com, 2025 – Pemerintah Provinsi Maluku dlm hal ini Wagub Maluku menegaskan langkah cepat dan kolaboratif dalam menangani potensi perkelahian di sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan menyusul arahan Gubernur untuk memastikan keamanan siswa dan ketertiban masyarakat.
“InsyaAllah kita akan kolaborasi, tapi juga kami minta dukungan dari masyarakat,” ujar Pa Vanat selaku Wakil Gubernur Maluku.
Fokus Penanganan di Sekolah
Beberapa sekolah, terutama SMK3 yang memiliki lebih dari seribu siswa, menjadi perhatian utama karena tingginya potensi perkelahian, termasuk pembauran komunitas dan perbedaan agama. Kepala Dinas Pendidikan diarahkan untuk memetakan sekolah-sekolah rawan konflik.
“Jumlah siswa yang banyak menunjukkan kualitas pendidikan bagus, tetapi kita harus antisipasi agar tidak menimbulkan masalah,” tambah pejabat tersebut.
Langkah Pembinaan dan Pengamanan
Pemerintah provinsi akan turun langsung untuk melakukan pembinaan siswa.
Pertimbangan untuk melibatkan kepolisian dalam aspek keamanan sedang dikaji.
Kasus yang terjadi tidak terkait agama, dan beberapa pelaku berasal dari luar wilayah sekolah ujar Beliau.
Himbauan kepada Masyarakat
Abdullah Vanat menekankan pentingnya tanggung jawab bersama:
“Kalau kalian ribut terus, sampai kapanpun kita tidak akan maju. Jangan taruh beban hanya ke pemerintah. Keamanan dan kenyamanan harus kita jaga bersama agar investasi masuk dan kemajuan terwujud.”
Kolaborasi Antar Kepala Daerah
Kasus perkelahian melibatkan masyarakat dari Bumit dan Meluku tengah. Pemerintah daerah setempat, dengan fasilitasi provinsi, diharapkan mengambil tanggung jawab penuh dalam menertibkan masyarakat masing-masing.
“Semua harus kolaborasi, tidak hanya memperbaiki, tetapi juga menertibkan masyarakat. Ini penting bagi kemajuan daerah,” pungkas Wagub Maluku. (CM)






