NIKO TULALESSY TURUN LANGSUNG KE SMP 20 NANIA PASSO

MALUKUEXPRESS.COM, PASSO, AMBON, Semangat melestarikan musik tradisional Maluku terus tumbuh di kalangan generasi muda.Jumat 2/10/2026.

Kali ini, perhatian tertuju kepada SMP 20 Nania Passo, tempat di mana musik jukulele tidak hanya dimainkan sebagai hiburan, tetapi mulai menjadi bagian dari proses pendidikan dan pengembangan bakat siswa.

Ketua MJL, Niko Tulalessy, turun langsung ke sekolah untuk melihat sekaligus mengajar musik jukulele kepada para siswa.

Kehadiran Niko bukan sekadar memberikan pelajaran bermain alat musik.
Lebih dari itu, ia ingin melihat secara langsung bagaimana perkembangan kemampuan anak-anak dalam memainkan jukulele sekaligus mendorong agar musik tradisional Maluku terus hidup di tengah generasi muda.

Dan hasilnya cukup menggembirakan.
Anak-anak SMP 20 Nania Passo menunjukkan kemampuan bermain jukulele yang sudah cukup baik.

Sebagian siswa bahkan telah memiliki jukulele sendiri di rumah dan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Bagi Niko Tulalessy, hal ini merupakan sesuatu yang patut diapresiasi.

Ia berharap pihak sekolah dan para orang tua terus memberikan dukungan sehingga bakat anak-anak tersebut tidak berhenti hanya pada kegiatan sekolah, tetapi dapat berkembang menjadi kemampuan yang lebih baik.

JUKELELE BUKAN SEKADAR ALAT MUSIK

Di SMP 20 Nania Passo, jukulele telah masuk dalam mata pelajaran muatan lokal seni musik.

Artinya, anak-anak tidak hanya mengenal jukulele sebagai alat musik untuk tampil di atas panggung, tetapi juga belajar mengenal, memainkan, dan melestarikan salah satu kekayaan musik yang berkembang di Maluku.

Sekolah ini juga pernah meraih Juara Harapan III dalam lomba tingkat kecamatan.

Prestasi tersebut menjadi salah satu motivasi bagi para siswa untuk terus berlatih.

Menang atau kalah bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak tetap mencintai musik, terus belajar, dan berani menunjukkan kemampuan mereka.

Latihan terus berjalan.
Semangat terus menyala.
Budaya Maluku terus diwariskan.

Dalam kesempatan tersebut, Niko Tulalessy juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan seluruh guru SMP 20 Nania Passo yang telah memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat musik mereka.
Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada para siswa yang tetap memiliki semangat untuk mempelajari dan melestarikan jukulele.

ORANG TUA JUGA PUNYA PERAN BESAR

Perkembangan bakat anak tidak hanya membutuhkan sekolah.
Dukungan keluarga juga sangat penting.
Ketika seorang anak mulai mencintai musik, memiliki alat musik sendiri, kemudian mau berlatih secara rutin, maka lingkungan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat tersebut.
Karena itu, dukungan orang tua diharapkan terus diberikan agar anak-anak dapat mengembangkan kemampuan mereka secara berkelanjutan.

PESAN NIKO TULALESSY UNTUK KOMUNITAS JUKELELE MALUKU

Pesan Niko tidak hanya ditujukan kepada SMP 20 Nania Passo. Ia juga mengajak seluruh komunitas jukulele di Maluku untuk terus bergerak.

“Semua komunitas jukulele di Maluku terus berkembang, mengembangkan diri untuk menambah skill anak-anak bermain jukulele dan terus menebar cinta dengan musik jukulele dari Kepulauan Maluku untuk dunia.”

Pesan itu menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan berbicara tentang budaya.
Budaya harus dimainkan.
Budaya harus diajarkan.
Budaya harus diwariskan.

Dan yang paling penting:
BUDAYA HARUS DICINTAI OLEH GENERASI MUDA.

Dari sekolah-sekolah.
Dari komunitas.
Dari keluarga.
Dari anak-anak yang setiap hari mau belajar dan berlatih.
Jukulele Maluku tidak boleh berhenti di generasi hari ini.
Ia harus terus berbunyi.
Terus berkembang.
Terus diwariskan.

Dan suatu hari nanti, suara jukulele dari Kepulauan Maluku bukan hanya terdengar di sekolah atau di kampung-kampung, tetapi bisa dikenal lebih luas hingga Indonesia dan dunia. (CM)

Pos terkait