Malukuexpress.com Ambon, 8 Desember 2025 — Kota Ambon resmi memasuki fase perang total melawan narkoba. Dalam acara pelantikan Pengurus Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) Kota Ambon) periode 2025–2030, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan peringatan keras: “Ambon berada di peringkat pertama pengguna dan pengedar narkoba di Maluku. Generasi kita terancam!”
Acara yang berlangsung di Ambon ini dihadiri pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh masyarakat, hingga aparat TNI–Polri. Pelantikan ini juga menandai perpanjangan masa jabatan LANN yang sebelumnya bekerja sejak 2020.
AMBON PERINGKAT 1 PEREDARAN NARKOBA DI MALUKU
Dalam laporan Ketua LANN Saleh Kiat, situasinya sangat mengkhawatirkan, Angka pengguna dan pengedar narkoba di Ambon terus meningkat sejak 2020.
Ambon menjadi kota paling rawan narkoba dibanding 10 kota/kabupaten lain di Maluku.
Bahkan anak-anak SMP sudah banyak terpapar lem dan zat adiktif lain.
Salah satu desa di Ambon disebut “zona merah narkoba” karena tingkat peredarannya sangat tinggi.
LANN bersama BNN telah mendeteksi aktivitas peredaran narkoba yang semakin “nekat” dan menyasar anak-anak di bawah umur.
“Bahkan anak SMP sekarang sudah pakai lem. Ini bahaya luar biasa. Kalau tidak kita hentikan, habislah generasi Ambon.” kata Saleh Kiat
WALIKOTA: “KOTA AMBON MAKIN PADAT, RISIKO SOSIAL MAKIN BESAR!”
Dalam sambutannya, Walikota Ambon menegaskan, Kota Ambon makin padat, ruang makin sempit, sehingga risiko kriminal dan narkoba meningkat.
Narkoba dianggap sebagai ancaman paling besar bagi pencapaian Indonesia Emas 2045.
SDM generasi muda bisa hancur bila tidak ditangani serius.
“Kalau kita ingin Ambon ikut menyumbang generasi emas 2045, narkoba harus kita perangi habis-habisan.”
PEMERINTAH SIAP WAJIBKAN TES NARKOBA – MULAI DARI RAJA, KADES, LURAH!
Dalam gebrakan baru, Walikota menyatakan, Mulai tahun depan dana desa wajib menganggarkan tes narkoba untuk aparat desa.
Pemerintah Kota juga akan melakukan tes narkoba bagi pejabatnya sendiri.
Walikota menegaskan bahwa pemimpin harus menjadi contoh bebas narkoba.
“Ikan busuk mulai dari kepala. Kalau pemimpinnya bersih, barulah bisa bicara menyelamatkan generasi.”
LANN DIINSTRUKSIKAN TERJUN LANGSUNG KE DESA, SEKOLAH, DAN WILAYAH RAWAN
Walikota membuka ruang kolaborasi besar-besaran, LANN diperintahkan masuk ke sekolah-sekolah, SMP–SMA, kampung, dan negeri-negeri adat. Para raja, lurah, dan kepala sekolah wajib menerima program LANN.
Upaya pencegahan (preventif), edukasi, dan rehabilitasi akan diperluas.
LANN juga mendesak Pemerintah Kota menyediakan rumah singgah untuk anak-anak yang terjebak penyalahgunaan lem dan narkoba — karena saat ini belum ada fasilitas tersebut.
PERINGATAN KERAS: NARKOBA MASUK SAMPAI KE JEMBATAN MERAH PUTIH
Salah satu fakta mencengangkan Setiap malam, banyak anak di bawah umur berkumpul di area Jembatan Merah Putih (JMP) untuk menghirup lem.LANN, Dinsos, dan BNN bakal turun bersama menangani masalah ini secara serius.
TARGET: AMBON BERSINAR 2030
Ketua LANN, M Saleh Kiat menegaskan bahwa masa bakti 2025–2030 akan difokuskan pada:
Pemberantasan pengedar, Pencegahan pada remaja, Edukasi ke sekolah, Rehabilitasi pengguna, Razia terpadu di kawasan rawan
“Jika tidak bisa memberantas total, minimal kita harus menurunkan drastis angka penyalahgunaan narkoba.” — Walikota Ambon
Pelantikan ini bukan acara seremonial semata — tetapi deklarasi perang terhadap narkoba di Kota Ambon.
Walikota menutup sambutan dengan ajakan keras, “Ini tanggung jawab moral kita! Selamatkan generasi Ambon sebelum terlambat!”. (CM)






