Yayasan Arika Mahina Gelar Pertemuan Refleksi Pembelajaran Berbasis Digital Sekolah Enuma Indonesia, Kadis Pendidikan Kota Ambon dan Para Kepsek Memberi Apresiasi Sangat Luar Biasa

MALUKUEXPRESS.COM, Arika Marina Gelar Pertemuan Refleksi Pembelajaran Berbasis Digital Sekolah Enuma Indonesia. Bertenpat di Hotel Amaris Kota ambon. Kamis 18 Januari 2024. Dihadiri oleh 10 Sekolah SD di Kota Ambon serta menghadirkan Pembina, Para Kepsek dan Guru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Ferdinand Tasso yang diwawancarai terkait kegiatan Pertemuan Refleksi Pembelajaran Berbasis Digital  Sekolah Enuma Indonesia. Di hotel Amaris. 18 Januari 2024.

Dirinya mengatakan bahwa, Pemkot Ambon menyampaikan terima kasih kepada The Head foundation Yayasan Arika Mahina, yang terus mendampingi dalam pengembangan peningkatan sistem pembelajaran, di mana hari ini kita melihat melalui hasil surveinya, ada kenaikan angka-angka, baik matematika, bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Lanjutnya, Itu menunjukkan bahwa digitalisasi untuk pendekatan pembelajaran memiliki manfaat atau memiliki hasil yang baik.

Walaupun digitalisasi melalui enomani bukan satu-satunya yang membuat terjadi peningkatan kualitas mutu pendidikan, tetapi paling tidak bahwa kita bisa mengambil peluang dari pendekatan enuma ini untuk menjadi kekuatan kita dalam perbaikan mutu pembelajaran.

“Kita tahu bahwa melalui teknologi yang tidak bisa kita hindari hari ini, ini yang perlu ditingkatkan termasuk dalam fitur-fitur di dalam enuma,”ujarnya.

Tambahnya, Perlu dilakukan perbaikan karena kita tahu belajar dari pengalaman lain, kalau teknologi itu, dia tidak mengalami perubahan secara softnya, dan tidak mengalami pembaharuan atau perbaikan-perbaikan, maka dia akan menimbulkan boring (kebosanan).

Tetapi kalau sebaliknya kalau ada tantangan-tantangan yang dibuat ada level yang dibangun, kemudian tentunya dia akan menyusun, disesuaikan juga dengan media perangkat yang digunakan, Itu akan mengalami pembaharuan kembali, misalnya kemarin dengan sistem yang saat ini spek dari media digitalisasi yang digunakan itu levelnya di bawah. Ke depan itu mungkin sebaiknya lebih tinggi,”jelasnya.

Kemudian juga, tadi dari the HEAD foundation berharap ada dukungan dari pemerintah daerah. Tadi sudah saya bicarakan dengan Ketua yayasan apakah bisa modelnya dikonversi ke komputer maupun chrome book.

Karena yang enuma sekarang kan kaskrit, kalau komputer maupun chrome book itu dia tidak, Selain digunakan untuk kaskrit tapi hanya di mouse-nya saja, atau mouse manual.

Sebab semua sekolah sekarang kita mau mulai melakukan pengadaan melalui chrome book, maupun komputer-komputer, laptop. Kalau dia bisa dikonversi ke situ maka bisa digunakan untuk mouse,”jelasnya.

Tetapi mungkin karena ini, ada pendekatan lainnya, paling tidak kita menyampaikan terima kasih kepada yayasan Arika Mahina, yang mana Saya mendengar bahwa untuk sekolah baru ini pengadaan aplikasi enuma, dalam hal ini tabletnya itu disediakan oleh yayasan Arika Mahina.

Ini merupakan langkah maju yang luar biasa, dukungan yang besar dari yayasan arika mahina, bahwa benar tidak semata hanya bergantung kepada the HEAD foundation, sekolah Indonesia tetapi benar-benar yayasan Arika mahina memberikan atensi yang lebih untuk peningkatan pendidikan yang diakui,”menutup.

 

Kemudian dari, Kepsek SD Negeri 70 Ambon Fitriah Djibran dalam wawancaranya mengatakan bahwa, Saya mengapresiasi sekali, dan saya bersyukur berterima kasih sekali kepada yayasan Arika mahina yang memang menjembatani kita untuk mengikuti kegiatan ini, terutama juga yang mendanai kita yaitu dari the HEAD foundation.

Lanjutnya, Kami bersepuluh, yang pertama 8 baru 2 sekolah yang termasuk saya dan saya sangat bangga dan bersyukur bisa gabung dan bisa menandatangani MoU bersama. Dari situ kita ada bekerja sama, lalu melihat progres anak-anak. Yang tadi saya sudah bilang saya sudah presentasi terkait dengan bagaimana pengimbasan atau dampak dari anak, sangat luar biasa dan anak-anak pasti sangat bersemangat.

‘Terus ada tiga aspek yang mereka dapatkan yaitu dari aspek sikap mereka sangat responsif terus dari psikomotoriknya juga terus dari kognitif yang lebih utama, karena mereka melihat pemberajuan berbasis digital ini  dengan aplikasi anime Indonesia sangat membantu mereka dan sangat mudah untuk anak, karena memang fitur-fitur yang sangat menarik di dalamnya dan itu membuat mereka sangat mudah menggunakan dan mereka bisa melewati tantangan-tantangan yang mereka hadapi dan di dalam juga ada fitur-fitur yang menarik terutama ada lagu-lagu terus ada resume yang mereka bisa ikuti ada literasi 16, literasi itu artinya ada buku-buku cerita yang mereka lihat dan mereka bisa membaca terus juga ada tantangan kayak semacam kuis dan mereka bisa menyelesaikan kuis tersebut dan mendapatkan bintang dan menaikkan level level mereka dan mengumpulkan level sampai ke tingkat setinggi-tingginya.

Yang mana di dalam aplikasi enuma Indonesia ini, ada tiga mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka kami. Dimana itu ada mata pelajaran bahasa Inggris, matematika, bahasa Indonesia yang terikat dengan literasi. Jadi ini sangat membantu kami di sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah kami dengan pembelajaran berbasis data juga dan menaikkan semua tingkat ke level untuk lapor mutu kami yang ada di dapodik kami.

Olehnya ini, sangat membantu dan kita saling terikat semuanya, dan anak-anak kami juga diberikan akun secara gratis dan kami juga difasilitasi dengan Hashtag dan anak-anak kami juga bisa melakukan atau melaksanakan dengan baik dan tanpa mengganggu teman karena menggunakan hashtag.

“Jadi anak-anak sangat luar biasa dan dampaknya buat mereka itu sangat luar biasa, “tutupnya.

Ditempat yang sama, Kepsek SD Negeri Kilang Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon Agus Lawatta, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa, Kegiatan Refleksi di hari ini terkait dengan kegiatan Unema Ambon, dimana yayasan Arika Marina ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Ambon dalam rangka meningkatkan kualitas pedidikan yang ada di Kota Ambon, karena itu pelaksanaan ini sebuah kelanjutan dari apa yang kita telah kita lalui prosesnya selama kurang lebih 1 semester atau 6 bulan.

Lanjutnya, jadi kegiatan ini kami refleksikan pada kesempatan ini, dimana setiap lembaga pendidikan, harus merefleksikan apa yang selama ini dilakukan, baik itu proses pelaksanaannya maupun dampaknya bahkan sampai dengan output maupun outcomenya.
Selanjutnya terhadap responnya anak-anak terhadap proses digitalisasi yang diterapkan kepada anak-anak didik, oleh Yayasan Arika Marina ini, sangat memberikan suport dan dukungan yang sangat luar biasa bagi peserta didik, sebab anak-anak telah diberikan pelajaran melalui digital, melalui TAB digital yang telah tercantum berbagai macam pembelajaran, khususnya pada tiga pembelajaran, yakni literasi bahasa indonesia, bahasa inggris dan matematika, yang dalam pelaksanaan itu sangat membantu, sebab siswa bisa mengakses langsung.

Karena ini sebuah pembelajaran yang sifatnya langsung dan siswa dapat langsung melihat dan melaklukan itu sehingga daya serap anak itu terakomodir, pada saaat dia melihat, melakukan dan menyebutkan, jadi tiga ranah yang sangat kental dalam atau sangat baik dalam proses pembelajaran bagi seorang anak atau siswa,”jelasnya.

Tambahnya, dari apa yang kami katakan tadi, bahwa pelaksanaan itu sangat mempengaruhi terkait dengan kualitas mutu daripada, yang pertama siswa dan yang kedua guru sebgai spion, yang utama juga bisa dapat mengakses atau melakukan itu sehingga anak itu betul-betul paham, terkait dengan apa yang dia lakukan, dari hasil koordinasi dan kolaborasi antara guru dan siswa itu, maka hasilnya sangat signifikan, dalam artian kualitas dan mutu itu dapat meningkat secara singnifikan, dan itu kita bisa lihat dalam beberapa asesment yang kita lakukan, baik itu dalam asesment tes-tes formatif atau sumatif dan lebih khusus lagi pada raport pendidikan yang kita peroleh di tahun ini,”tutupnya.

Sementara itu, Ketua YayasanArika Marina Ruth Saiya yang ditemui media ini dalam wawancaranya mengatakan bahwa, Kegiatan refleksi yang dilaksanakan hari ini, karena kami sudah berjalan satu semester dari tahun ajaran 2023-2024, dan akan memulai lagi di semestaer yang baru, tentunya kami perlu refleksi dalam perjalanan 6 bulan kemarin yang sudah dilewati. ‘kami ingin melihat hasil baik guru atau pihak sekolah dalam hal ini Kepsek dan juga dihadiri guru untuk sama-sama merefleksi kebermafaatan dari pengunaan aplikasi sekolah enuma indonesia ini, dalam proses pembelajara berbasis digital di sekolah.

Lanjutnya, jadi refleksi ini bertujuan supaya kita bisa sama-sama menghitung atau mengevaluasi manfaatnya, apakah berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dalam hal ini kualitas anak atau lebih khusus pada numenerasi dan literasinya.

“Jadi pengunaan aplikasi enuma ini sampai dengan beberapa sekolah yang sudah presentase sekarang juga, dan hasil penelitian sebelumnya, aplikasi enuma ini punya dampak walaupun tidak sampai besar, seperti misalnya maluku atau ambon itu ada peningkatan di tiga bidang studi matematika, bahasa inggris dan bahasa indonesia dan itu meningkat sekitar 4 persen untuk proses pemebelajaran berbasis digital dengan mengunakan aplikas enuma di Ambon.

Kemudian terhadap berapa sekolah yang terlibat, Saiya menyebutkan, Hari ini, ada 10 sekolah yang hadir dan 10 sekolah yang mengunakan aplikasi sekolah enuma untuk proses pembelajaran dan ada sekolah yang sudah mulai dari tahun 2022, ada 8 sekolah dan ada 2 sekolah baru yang baru mulai tahun kemarin yakni SD Kristen Nania dan SD Negeri 70 Ambon.

Tambahnya, menyoal untuk kerjasama kedepan, sebenarnya kita tertantang yang sedang kami hadapi saat itu untuk bagaimana supaya pembelajaran berbagsis digital dengan mengunakan aplikasi enuma ini bisa terus berlanjut, karena donor yang sekarang ini tidak suport seterusnya, jadi bagaimana kekuatan kita di daerah baik pemda maupun pihak-pihak yang intren yang mempunyai rasa keterpanggilan untuk mensuport pendidikan di kota ambon, itu bisa sama-sama terlibat, mari kita melihat manfaat dari manfaat dari mengunakan aplikasi sekolah enuma ini semata-mata untuk kepentingan anak-nak kita di Kota Ambon ini.

Jadi memang kami butuh disuport oleh pemda tapi juga pihak-pihak swasta, dalam hal ini orang tua juga sangat berperan penting juga.
Untuk itulah, tadi sama-sama pihak dinas terkait, telah melihat dampak dari pengunaan aplikasi sekolah enuma Indonesia, jadi kalau kita melihat proses pembelajaran di bangsa Indonesia, di Maluku dan di Ambon itu sudah mulai masuk dipembelajaran berbasis digital walaupun mereka mengunkan mekanisme yang lain yang diatur oleh pemerintah, tapi memang ini butuh percakapan untuk bagaimana Pemkot Ambon dalam hal ini, Dinas Pendidikan Kota Ambon, untuk kita bisa sama-sama memikirkan supaya program yang sudah berjalan ini bisa berkelanjutan,”tutupnya. (*)

Pos terkait