Malukuexpress.com, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku terus melakukan terobosan dan masukan kepada Pusat, demi menuntaskan program-program penuntasan pembangunan infrastruktur jalan di daerah Maluku.
Terkait pemeliharaan jalan bandara ruas Wearlilir menuju bandara Ibra kabupaten Maluku Tenggara Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Maluku, Toce Leuwol, ST.,MT, saat memberikan keterangan kepada media Kamis 2/6/2022. diruang kerjanya.
Dikatakanya akses jalan menuju bandara Ibra itu untuk sementara masih non status, karena ini akses jalan menuju bandara jadi kebijakan dari Bupati untuk proses pemeliharaan jika sudah masuk ke status jalan nasional, maka akan ditangani oleh BPJN Maluku.
Menurutnya memang ada beberapa segmen jalan yang rusak jika sudah masuk ke status jalan Nasional nanti kita akan programkan penanganan ke akses bandara dari simpang Wearlilir menuju Ibra sekitar 14 kilo, itu ada dua lajur, lajur atas dan lajur bawah,” Ujarnya.
Untuk itu kepastian akan adanya peralihan status jalan Nasional masih menunggu SK Menteri, mudah mudahan kata Lewol didalam tahun ini sudah bisa terealisasi, Dan kalau sudah siap di tahun ini maka tahun depan kita akan programkan kerusakanya dan akan segra diperbaiki.
Sementara itu terkait dengan pelaksanaan jalan terluar, terdepan dan terpencil, jadi ada Perpres No 18 tahun 2020 terkait dengan pelaksanaan program daerah perbatasan, maka terkait dengan RPJM dari tahun 2020 sampai dengan 2024.
Ini merupakan program prioritas jadi sampai tahun 2024 harus tuntas, ini lebih cenderung dari ruas jalan Elat sampai Fako-Holat-Ohoiraut, karena itu masih ruas jalan Provinsi, jadi kita akan masukan dalam APBN,”Cetusnya.
Disamping itu Pengerjaan jalan trans Kei besar bukan hanya dari APBN saja, melainkan ada juga dari APBD ada dari DAK SMI ada dana hibah, kalau dari dana SMI sudah ada penanganan sekarang dari simpang Elat ke arah Bombay, kei besar Utara barat, itu masuk dengan dana SMI, kalau arah Selatan itu ada dana DAK, jadi sistemnya bersamaan agar nantinya di tahun 2024 bisa tuntas pengerjaanya Tutup, “Leuwol. (*)






