Menyala Dayung Bumi Raja-Raja! Sah Dilantik, PODSI Maluku Kobarkan Misi Sakral Menuju Asian Games dan Olimpiade.

AMBON – Genderang perang prestasi resmi ditabuh di Bumi Raja-Raja! Setelah sempat tertunda selama hampir tiga tahun demi mendahulukan perjuangan di medan laga nasional, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Maluku masa bakti 2023–2027 akhirnya resmi dilantik dan dikukuhkan dengan semangat yang membakar!
Prosesi sakral yang menjadi tonggak kebangkitan olahraga Maluku ini digelorakan di Baileo Lenong 9, Kota Ambon, pada Kamis (4/6/2026).

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum 1 PB PODSI, “Laksamana Madya (Laksdya) TNI Edwin, S.H., M.H., M.Han.,” yang hadir mewakili Ketua Umum PB PODSI, “Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono”.

Membawa visi besar “Membangun Olahraga Dayung Maluku yang Berprestasi, Berdaya Saing, dan Bermartabat”, kepengurusan baru ini meledakkan komitmen total untuk tidak lagi sekadar menjadi partisipan, melainkan sang penakluk ombak di kancah dunia!

Penundaan yang Melahirkan Ledakan Prestasi.
Ketua Panitia Pelaksana, “Josyes D. S. Walalayo”, menegaskan bahwa penundaan pelantikan sejak 2023 bukanlah tanda kelesuan, melainkan bukti nyata pengorbanan demi nama baik daerah.

“Kami sengaja menahan diri! Pada tahun 2023, fokus kami total untuk Pra-PON di Karawang dan Jakarta. Di tahun 2024, seluruh energi dikuras habis untuk bertempur di PON Aceh-Sumut. Hari ini, di hadapan seratus pasang mata tokoh-tokoh penting Maluku, kami buktikan bahwa penundaan ini dibayar tuntas dengan kesiapan mental yang jauh lebih matang!” seru Josyes dengan lantang.

Pelantikan ini disahkan secara hukum lewat pembacaan “Surat Keputusan PB PODSI Nomor 10 Tahun 2026” tentang restrukturisasi personalia oleh “Kolonel (Purn) DR. Muhadi, M.M.,” yang menempatkan barisan jenderal dan pemimpin daerah—mulai dari Gubernur, Ketua DPRD, Danlantamal IX, Pangdam XV/Pattimura, hingga Kapolda Maluku—sebagai benteng Dewan Penasehat.

Pembuktian Nyata: Maluku Tak Pernah Kehabisan Srikandi Petarung!
Ketua Umum PODSI Maluku yang baru dilantik, “Ir. Muhammad Ulwan Talaohu”, langsung menggebrak panggung dengan memamerkan taring prestasi anak-anak asuhnya yang berhasil meruntuhkan dominasi luar daerah meski dalam kondisi organisasi yang belum dilantik secara seremonial.

“Kami tidak banyak bicara, kami langsung membuktikan! Tim dayung Maluku telah berhasil mengguncang PON Aceh-Sumut dengan membawa pulang (7 medali: 1 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu) Kami berjanji di depan mimbar ini, prestasi ini tidak akan berhenti. Kami akan terus memacu kecepatan, mendobrak batas kemampuan demi harga diri Maluku!” tegas Ulwan, disambut tepuk tangan riuh hadirin.

Ulwan juga mengirimkan pesan kuat kepada pemerintah daerah agar menjaga masa depan para pahlawan olahraga ini.

“Atlet-atlet kita adalah petarung sejati! Salah satu Srikandi dayung terbaik kita sekarang sudah menembus dinas militer di Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) Mabes AL, dan satu lagi diterima di Kepolisian Daerah Maluku setelah sukses menaklukkan SEA Games 2025. Tolong, berikan jalur prestasi khusus untuk mereka. Jika masa depan mereka dijamin, mereka siap mati-matian membawa nama Indonesia memenangkan penghargaan tertinggi di jajaran internasional!” pinta Ulwan dengan semangat.

KONI Maluku: “Lawan Penurunan Prestasi, Jangan Ada Waktu Bersantai!”
Merespons denyut nadi perjuangan PODSI, Ketua Umum KONI Provinsi Maluku, “M.A.S. Latuconsina, S.T., M.T.”, membakar suasana dengan seruan perang terhadap penurunan prestasi olahraga yang sedang melanda wilayah tersebut.

“Kita harus jujur, olahraga Maluku secara umum sedang mengalami penurunan! Ini adalah tantangan nyata di tengah efisiensi anggaran. Tetapi hari ini, pengurus PODSI membuktikan bahwa keterbatasan financial bukan alasan untuk menyerah! Dayung adalah cabor unggulan utama kita yang selalu menyumbangkan emas di setiap PON. Olahraga butuh orang gila, orang dengan dedikasi tinggi, dan kalian adalah orang-orangnya!” Tegas Latuconsina.

Latuconsina langsung mengumumkan strategi perang terdekat: Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) resmi akan digelar pada awal tahun 2027 (Januari-Februari) untuk menyaring pasukan elite menuju PON XXI di NTT-NTB.

“Tidak ada waktu untuk “trial and error”, tidak ada waktu untuk bersenang-senang! Mulai hari ini, mari kita asah dayung kita untuk mempertahankan kehormatan Maluku!” pekiknya.

Gubernur “Hendrik Lewerissa”: Dayung Itu Ada di DNA Kita Mengalir Bersama Darah Leluhur!
Suasana Baileo Lenong 9 semakin bergetar saat Gubernur Maluku, “Hendrik Lewerissa”, naik ke podium. Dengan narasi kultural yang sangat emosional dan membakar nasionalisme lokal, Hendrik menegaskan bahwa visi pemerintahannya (2025-2030) adalah menaikkan harkat martabat Maluku lewat investasi olahraga skala besar.

“Saya percaya dan sangat tahu, olahraga dayung ini ada dalam DNA kita! Kita adalah manusia kepulauan, anak-anak laut! Jauh sebelum ada mesin dan motorisasi, leluhur kita menantang ombak, bergerak antar-pulau dengan kekuatan otot tangan mereka sendiri—mereka mendayung! Kita punya darah petarung Manggurebe Perahu, kita punya jiwa Arombai! Wajar jika Maluku adalah gudangnya talenta raksasa dayung dunia!” tegas Gubernur Hendrik.

Hendrik, yang juga menjabat sebagai Ketua Forki Maluku dan baru saja memimpin timnya menyabet emas Kejurnas di Bandung bulan lalu, memberikan tamparan keras bagi pengurus yang hanya numpang nama.

“Menjadi pengurus saat pelantikan itu biasanya ramai sekali, tapi begitu kompetisi dimulai, yang aktif cuma bisa dihitung jari! Saya tidak mau melihat fenomena itu di PODSI Maluku! Jaga api semangat pelantikan ini sampai hari terakhir jabatan kalian!” sentil Hendrik secara tegas.

Mengenai anggaran, Hendrik menegaskan bahwa dirinya menolak keras mengirimkan atlet secara asal-asalan demi formalitas.

“Kita akan gunakan POPMAL 2027 untuk merekrut gladiator-gladiator terbaik. Kita tidak peduli efisiensi anggaran, cabor penghasil emas seperti dayung, karate, dan tinju akan mendapatkan atensi nomor satu! Mari kita kerja kolaboratif, libatkan swasta, pengusaha, mari kita sumbangkan tenaga, daya, dan pikiran kita demi kejayaan Maluku!” serunya.

Perintah PB PODSI: “Tembus Ombak Jepang, Bidik Tiket Olimpiade!”.
Menutup gelombang sambutan yang penuh energi, Wakil Ketua Umum 1 PB PODSI, “Laksdya TNI Edwin”, membacakan instruksi tempur tertulis dari Ketua Umum PB PODSI “Basuki Hadimuljono”. Ia sangat mengapresiasi bersatunya kekuatan raksasa (TNI AL, Polri, Balai Sungai, akademisi, hingga mantan atlet legendaris) di dalam struktur baru PODSI Maluku.

Laksdya Edwin mengingatkan bahwa medan laga dunia sudah menanti di depan mata: Kejurnas, Pra-Kualifikasi PON, “Asian Games 2026 di Jepang” (September mendatang), hingga puncaknya “Olimpiade 2028 di Amerika Serikat”.
PB PODSI menitipkan
Tiga Doktrin Utama untuk segera dieksekusi tanpa tapi:

Doktrin Tempur Pengprov PODSI Maluku:
1. Talent Scouting Agresif: Kerahkan tim akademisi dan pelatih untuk menyisir seluruh pulau di Maluku, temukan anak-anak laut berbakat untuk dihantam pelatihan tingkat tinggi.
2. Kemitraan Baja: Satukan visi dengan KONI dan Pemda Kabupaten/Kota tanpa celah ego sektoral.
3. Sponsorship Tanpa Batas: Cari bapak angkat dari sektor korporasi untuk mendanai kompetisi lokal secara mandiri dan kontinyu.

“Tantangan tertinggi kita adalah berdiri di podium Olimpiade! Dalam beberapa bulan ke depan, tepatnya September 2026, atlet-atlet kita akan bertarung di Asian Games Jepang. Kami membakar semangat kalian di daerah untuk mengirimkan doa dan dukungan terbaik. Mari kita buktikan bersama, di bawah kibaran bendera PODSI, dayung Indonesia dan Maluku akan mengguncang dunia!” pungkas Laksdya Edwin dengan penuh wibawa.

Prosesi diakhiri dengan penyerahan pataka organisasi yang berkibar gagah di atas panggung, diiringi jabat tangan erat penuh komitmen antara pengurus baru dengan jajaran Forkopimda Maluku. Pengprov PODSI Maluku 2023-2027 telah sah berdiri, siap menerjang ombak dan mengukir sejarah emas baru! “Maju Terus PODSI Maluku”!. (

Pos terkait