Ambon, Malukuexpress.com.– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku tancap gas memperkuat literasi keuangan masyarakat. Kamis (15/1/2026), OJK Maluku menggelar Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa, menyiapkan wartawan sebagai Duta Literasi Keuangan Indonesia untuk melawan maraknya investasi ilegal dan praktik keuangan merugikan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK Provinsi Maluku ini dibuka langsung oleh Kepala OJK Maluku, Andi Muhammad Yusuf, dengan tema “Penguatan Kapasitas Wartawan sebagai Duta Literasi di Sektor Jasa Keuangan.”
Dalam sambutannya, Andi Yusuf menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dan menentukan dalam menyampaikan informasi keuangan yang benar, objektif, dan bertanggung jawab, terutama bagi masyarakat di daerah.
“Media adalah mitra utama OJK. Melalui wartawan, edukasi keuangan bisa langsung menjangkau masyarakat hingga pelosok daerah,” tegas Andi Yusuf.
Ia menekankan bahwa kegiatan ToT ini merupakan bagian dari strategi nasional OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan. Kerja sama dengan media, kata dia, tidak bersifat seremonial, tetapi akan terus diperluas dan dilakukan secara konsisten.
Menurutnya, meski tingkat inklusi keuangan nasional terus meningkat, literasi keuangan masyarakat masih menjadi tantangan serius. Banyak masyarakat telah memiliki akses ke produk keuangan, namun belum memahami risiko yang menyertainya.
“Literasi adalah kunci. Tanpa pemahaman yang baik, masyarakat sangat rentan terhadap investasi bodong dan praktik keuangan ilegal,” ujarnya.
Andi Yusuf juga menyoroti perubahan paradigma sektor keuangan, di mana kemandirian finansial kini diukur dari kesehatan keuangan (financial health). Hal ini mencakup kemampuan mengelola utang, memahami risiko, serta memiliki perlindungan jangka panjang melalui asuransi dan dana pensiun.
Melalui ToT ini, para wartawan dibekali pemahaman mendalam terkait sektor jasa keuangan, perlindungan konsumen, mekanisme pengaduan, hingga pemanfaatan kanal resmi OJK sebagai sumber informasi publik.
“Kami berharap rekan-rekan media menjadi edukator yang kredibel dan mampu melindungi masyarakat dari informasi keuangan yang menyesatkan,” tandasnya.
Ke depan, OJK Maluku memastikan edukasi keuangan akan terus digelar hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku, dengan melibatkan media dan pelaku usaha jasa keuangan.
“Harapannya, edukasi ini langsung berdampak nyata di lapangan dan memperkuat ketahanan keuangan masyarakat,” tutup Andi Muhammad Yusuf.(*/c)





