“Jelang Penentuan Sekot Ambon, Apries Tampil Terbuka, Roberd Masih Menahan Sikap”

MALUKUEXPRESS.COM
AMBON – Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Kota (Sekot)  Ambon kini memasuki babak paling krusial. Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, perhatian publik kini tertuju pada proses wawancara terbuka yang akan menjadi salah satu penentu utama dalam menetapkan figur yang akan menduduki jabatan tertinggi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Ambon.11 Juni 2026

Jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif. Di balik jabatan tersebut tersimpan tanggung jawab besar sebagai motor penggerak birokrasi, penghubung kebijakan kepala daerah dengan organisasi perangkat daerah, sekaligus penjamin efektivitas pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap proses seleksi ini, salah satu kandidat yang berhasil menembus tiga besar, Apries Benel Gasperzs, menunjukkan sikap terbuka dan penuh kesiapan menghadapi tahapan akhir yang akan segera digelar.

Saat dikonfirmasi terkait persiapannya menghadapi wawancara terbuka, Apries menegaskan dirinya telah mengikuti seluruh proses seleksi dengan maksimal sejak awal.
“Sejak awal saya mengikuti seluruh proses seleksi ini dengan baik. Soal hasil akhirnya, kita serahkan sesuai dengan kehendak Bapa di Surga,” ujar Apries.

Pernyataan tersebut tidak hanya mencerminkan kesiapan pribadi, tetapi juga menunjukkan optimisme seorang birokrat yang telah melewati seluruh tahapan seleksi dengan keyakinan dan kepercayaan diri. Sikap terbuka Apries dalam memberikan tanggapan kepada media menjadi salah satu indikator bahwa dirinya siap menghadapi sorotan publik yang semakin besar menjelang pengumuman hasil akhir.

Namun dinamika berbeda terlihat pada kandidat lainnya. Hingga berita ini diterbitkan, Roberd Sapulette belum memberikan tanggapan terkait kesiapan menghadapi tahapan wawancara terbuka. Padahal upaya konfirmasi telah dilakukan baik melalui pesan singkat maupun dengan mendatangi ruang kerjanya secara langsung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu staf, setiap proses wawancara dengan Roberd Sapulette perlu dikoordinasikan melalui Humas Pemerintah Kota Ambon. Mekanisme tersebut tentu patut dihormati sebagai bagian dari prosedur komunikasi kelembagaan.

Meski demikian, belum adanya pernyataan resmi dari salah satu kandidat yang masuk dalam bursa calon Sekda membuat ruang diskusi di tengah masyarakat semakin terbuka. Sejumlah kalangan mulai menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dalam proses seleksi pejabat publik, terlebih jabatan yang diperebutkan memiliki peran strategis dalam menentukan arah birokrasi Kota Ambon ke depan.

Pertanyaan yang kemudian muncul di tengah publik bukan semata soal siapa yang akan terpilih. Lebih dari itu, masyarakat ingin melihat sejauh mana para kandidat mampu menunjukkan kapasitas, visi, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks.

Wawancara terbuka menjadi panggung penting untuk menguji seluruh aspek tersebut. Di forum inilah para kandidat dituntut menunjukkan kualitas kepemimpinan, pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan, kemampuan membangun koordinasi lintas perangkat daerah, hingga strategi menjawab berbagai persoalan yang dihadapi Kota Ambon.
Karena itu, tahapan akhir seleksi ini tidak lagi hanya menjadi perhatian internal birokrasi. Publik pun ikut mengawasi dengan harapan lahirnya figur Sekda yang mampu memperkuat kinerja pemerintahan serta menghadirkan pelayanan yang lebih efektif bagi masyarakat.

Dengan semakin dekatnya pengambilan keputusan, suhu kompetisi menuju kursi Sekda Ambon kian terasa. Satu kandidat telah menyatakan kesiapan secara terbuka. Kandidat lainnya masih menunggu waktu untuk menyampaikan sikap resminya.
Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih akan mengemban amanah besar sebagai nahkoda birokrasi Kota Ambon. Kini seluruh mata tertuju pada tahapan akhir seleksi.

Siapa yang paling siap?
Siapa yang paling mampu menjawab tantangan birokrasi masa depan?
Dan siapa yang akhirnya mendapat kepercayaan untuk mendampingi Wali Kota Ambon dalam menjalankan roda pemerintahan (CM)

Pos terkait