Bupati Malteng Dorong Perluasan Program Perumahan Layak, Kuota BSPS 2026 Terbesar di Maluku

Malukuexpress.com, Ambon — Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat.

Komitmen itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Maluku, Senin (10/8/2026). Kedatangan Bupati diterima langsung oleh Plh. Kepala Balai, Refi Latuamury.

Dalam pertemuan tersebut, Zulkarnain membahas percepatan program perumahan, penataan kawasan kumuh, serta peningkatan sanitasi di Kabupaten Maluku Tengah. Ia menekankan pentingnya dukungan program berkelanjutan agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan bisa terpenuhi.

“Kunjungan ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan program perumahan dan penataan permukiman di Maluku Tengah mendapat perhatian serius dan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah pusat,” ujar Zulkarnain.

Pada 2026, Kabupaten Maluku Tengah tercatat menerima alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 1.612 unit. Jumlah ini merupakan kuota terbesar di Provinsi Maluku dan tersebar hampir di seluruh kecamatan.

BSPS menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah swadaya masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung penataan lingkungan permukiman yang lebih sehat.

Untuk tahun anggaran 2027, Pemkab Maluku Tengah telah mengajukan usulan sebanyak 1.059 unit BSPS. Pemerintah daerah masih berproses untuk meningkatkan usulan tersebut hingga mencapai sekitar 2.000 unit.

Langkah ini, menurut Zulkarnain, merupakan arah kebijakan Pemkab untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, sehat, dan aman melalui kolaborasi yang lebih kuat dengan Kementerian PUPR.

Dengan tambahan kuota yang diusulkan, diharapkan semakin banyak keluarga di Maluku Tengah yang dapat memperbaiki rumahnya secara mandiri dengan dukungan stimulan dari pemerintah.

Penataan kawasan kumuh dan peningkatan sanitasi juga menjadi prioritas yang dibahas agar pembangunan perumahan tidak hanya fokus pada fisik rumah, tetapi juga pada lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat. (ME-08)

Pos terkait