Malukuexpress.com, Ambon, 19 April 2026 — Halal bihalal yang digelar alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Ambon tak sekadar jadi ajang saling maaf. Di balik suasana hangat itu, lahir satu energi besar: dorongan kuat membentuk IKA UMI Maluku sebagai wadah resmi yang selama ini dinanti nantikan.
Acara dibuka oleh Masita Elly, SH selaku pemandu acara, dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi oleh Siti H. Lussy, SE yang menambah kekhusyukan suasana. Hikmah halal bihalal sekaligus doa dipimpin oleh dr. Sofyan Syarifuddin Umarella, Sp.PD, Finasim, yang mengingatkan pentingnya ukhuwah dan peran alumni dalam memberi kontribusi nyata.
Momentum semakin menguat saat Ketua Panitia, Sufyan Amin Marasabessy (Ophan), menyampaikan laporan sekaligus memaparkan gagasan strategis panitia dalam mendorong terbentuknya IKA UMI Maluku.
Puluhan alumni dari berbagai angkatan dan profesi—mulai dari tenaga medis, akademisi, pengusaha hingga praktisi hukum—hadir dengan satu semangat: mengakhiri penantian panjang pembentukan organisasi alumni di Maluku.
Diskusi yang sempat memanas soal mekanisme dan mandat justru menjadi titik balik. Perbedaan pandangan berubah menjadi kekuatan konsolidasi. Forum sepakat, langkah tidak boleh berhenti di wacana.
“Ini bukan lagi wacana. Ini langkah nyata,” menguat sebagai satu suara bersama dalam forum.
Data yang terungkap juga jadi pemantik: dari lebih 2.000 sampai 3.000 alumni UMI di Maluku, baru 412 yang terdata. Kondisi ini justru memicu kesadaran kolektif untuk bergerak lebih terstruktur dan terorganisir.
Salah satu keputusan krusial adalah dorongan pembentukan tim karteker (mandataris) sebagai pintu legal menuju Musyawarah Wilayah (Muswil). Tim ini akan menjadi motor awal lahirnya kepengurusan definitif IKA UMI Maluku.
Selain itu, forum juga menekankan pentingnya keterwakilan dari seluruh kabupaten/kota agar organisasi yang terbentuk benar-benar inklusif dan kuat secara struktur.
Dalam sambutannya, Dr. Farida A. Hehanussa, SE., M.AB menegaskan besarnya potensi alumni UMI di Maluku jika mampu bersatu.
“Potensi alumni ini tidak kaleng-kaleng. Kalau terkonsolidasi dengan baik, dampaknya bisa luar biasa bagi masyarakat dan almamater,” ujarnya.
Setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana sejak awal 1999 sampai 2000-an, kini tanda-tanda kebangkitan itu semakin nyata. Halal bihalal kali ini menjelma menjadi titik balik sejarah.
IKA UMI Maluku mungkin belum resmi berdiri hari ini. Namun fondasi telah diletakkan, arah sudah ditentukan, dan semangat telah disatukan.
Dari Ambon, satu pesan kuat menggema: alumni Universitas Muslim Indonesia Maluku siap bersatu, bergerak, dan membangun kekuatan baru,yang solid. (CM)






