Direktorat Polairut Polda Maluku, Basarnas dan Polair Polres Buru Mencari Penumpang KM Tiga Bersaudara yang Hilang

Malukuexpress.com, Hingga Hari selasa 18/1 operasi pencarian terhadap penumpang KM Tiga Bersaudara yang mengalami kecelakaan dengan 9 orang POB ( Person On Board )
8 telah ditemukan selamat dan 1 orang masih dalam tahap pencarian dengan menggunakan Rigit Inflatable Boats ( RIB ) dengan kapasitas RIB 8 sampai dengan 15

Tim SAR yang melakukan pencarian terdiri dari 6 orang dari Basarnas, Direktorat Polairud Polda Maluku 4 orang dan Polair Polres Buru 2 orang.

Hal itu disampaikan koordinator Pos SAR Rahmat Galaksi Palapia diruang kerjanya di Namlea selasa 18 – 1 – 2022

RIB ini adalah kombinasi antara spedboat rigit yang terbuat dari FRP ( fiber – kaca yang siperkuat poliester ) dan tabung terbuat dari hypalon, yang menjaga stabilitas saat bermanuver sekaligus sebagai instrumen mengambang.

Menurut Palapia Pencarian dilakukan disekitar perairan pulau Tiga sampai area pulau – pulau Lease pada bagian tanjung Alan menjurus kelaut Banda dan sekitarnya

” ini hari ke – 6 sesuai sop sampai hari ke – 7 tidak ada tanda – korban ditemukan maka pencarian dihentikan ” tuturnya

Adapun Batas wilayah pencarian Basarnas kata dia, menyangkut Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat dan bagian Manipa Kelanggono

Ketika ditanya penyebab KM Tiga Bersaudara tenggelam pada Jumat 14/ 1 lalu, iapun menyebut, Hasil konfirmasi juragan kapal, penyebab tenggelamnya kapal, lantaran ada angin dan ombak yang kuat

” penyebab kecelakaan yang katong ( kita ) konfirmasi dengan juragannya lansung, itu ada ombak dan arus serta angin yang kuat pada saat kejadian, itu yang mengakibatkan mereka diduga tenggelam ” singkatnya

Menyinggung muatan kapal, Palapia sampaikan ; Untuk masalah muatan sempat ditanyakan oleh teman teman yang lain yang terlibat dalam pencarian seperti Polairut, mereka menanyakan muatan apa, yang disampaikan ada semen yang dimuat sekitar 100 sak dengan beberapa barang barang lain

Sekedar diketahui, bila,terjadi kecelakaan dilaut masa sistim pelaporan menggunakan telepon kantor di Ambon, kemudian ada di pos – pos dan emergenci call dengan nomor 115 tan0pa biaya pulsa

” Itu panggilan emergenci untuk Basarnas, jadi itu lansung masuk Basarnas Pusat Jakarta baru Jakarta bagikan ke daerah daerah,
jadi tinggal tindis saja 115, nomor itu sudah disebarkan kemasyarakat sejak tahun 2020, ” bebernya. (*)

Pos terkait