Malukuexpress.com, Masohi – Dalam rangka optimalisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) gelar Pertemuan Koordinasi Mitra dalam mendukung pelaksanaan GERMAS, yang berlangsung di lantai tiga kantor Balitbangda, kamis (24/10/2024).
Kegiatan ini dibuka oleh Pj. Bupati Malteng yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Zahlul Ikhsan, yang dihadiri oleh Para Mitra Pembangunan dan Pemangku Kepentingan di Malteng serta Para Narasumber.
Dalam sambutan Pj Bupati, mengatakan bahwa, Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan GERMAS.
“Sebagaimana kita ketahui, GERMAS adalah inisiatif nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan setiap individu dan masyarakat untuk hidup sehat, sehingga tercipta derajat kesehatan yang optimal,” kata Sahubawa.
Disebutkannya, Program ini sejalan dengan upaya Pemda Malteng untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan daerah.
Peningkatan kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, namun harus melibatkan seluruh sektor pembangunan.
“Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen dalam mendukung berbagai kegiatan GERMAS, mulai dari promosi kesehatan, penyediaan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik, hingga penyuluhan gizi dan pola hidup sehat,” sebutnya.
Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan mitra untuk bersama-sama menggerakkan partisipasi aktif dalam mewujudkan target-target GERMAS.
Selain itu ia juga meminta untuk menyikapi tantangan-tantangan yang ada, seperti masih tingginya prevalensi penyakit tidak menular, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik, serta isu gizi yang belum terselesaikan.
“Mari kita lakukan intervensi yang komprehensif, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga masyarakat luas, agar pola hidup sehat menjadi budaya dan kebiasaan di Kabupaten Maluku Tengah,”
“Selain itu, kita juga harus menyikapi tantangan-tantangan yang ada, seperti masih tingginya prevalensi penyakit tidak menular, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik, serta isu gizi yang belum terselesaikan,” pintah Sahubawa. (ME-08)






