Estafet Kepemimpinan di Dinas Pariwisata, Harapan Baru untuk Lompatan Sektor Wisata Maluku

Malukuexpress.com, Ambon 23 Februari 2026— Momentum penting terjadi di lingkungan Dinas Pariwisata dengan digelarnya serah terima jabatan (sertijab) Kepala Dinas. Tongkat estafet kepemimpinan resmi berpindah dari Achmad Jais Ely kepada Melkias Mozes Lohy, menandai babak baru arah pembangunan sektor pariwisata daerah.

Prosesi sertijab turut disaksikan Plt. Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kasrul Selang, sebagai simbol dukungan penuh pemerintah terhadap keberlanjutan program dan penguatan pembangunan daerah.

Dari Pariwisata ke Perindustrian dan Perdagangan, Dr. Achmad Jais Ely kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku. Pergeseran ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar sektor ekonomi daerah.

Selama masa kepemimpinannya di Dinas Pariwisata, berbagai program promosi destinasi dan penguatan event daerah menjadi fondasi pengembangan sektor wisata. Namun tantangan ke depan masih besar: peningkatan daya saing destinasi, penguatan infrastruktur, hingga optimalisasi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Harapan pada Kepemimpinan Baru
Masuknya Drs. Melkias Mozes Lohy sebagai Kepala Dinas Pariwisata yang baru membawa ekspektasi tinggi. Publik menanti gebrakan nyata dalam mendorong inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan promosi pariwisata Maluku di tingkat nasional maupun internasional.

Estafet kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan momentum penyegaran visi dan strategi.

Sektor pariwisata Maluku yang kaya potensi bahari, budaya, dan sejarah dinilai membutuhkan kepemimpinan progresif agar mampu bersaing di tengah kompetisi destinasi regional.

Tantangan dan Peluang, Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Maluku memiliki peluang besar menjadi destinasi unggulan Indonesia Timur. Namun, pengembangan pariwisata memerlukan sinergi kebijakan, dukungan anggaran, serta keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama ekonomi kreatif dan UMKM.

Kini sorotan tertuju pada bagaimana kepemimpinan baru akan mengakselerasi program prioritas, memperkuat branding destinasi, dan memastikan sektor pariwisata benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Estafet telah berpindah. Harapan publik pun menguat: pariwisata Maluku harus melangkah lebih cepat, lebih inovatif, dan lebih berdaya saing. (CM)

Pos terkait