Saumlaki, Malukuexpress.com- Sekertaris DPC (BRNR) Badan Relawan Nusantara Raya) Festus Batlayeri Membantah Berita Miring Kumpul KTP Jelang Pilkada Tanimbar. Ia menandaskan bahwa terkait berita yang beredar di Desa Lingada bahwa Veki Orno mengakomodir KTP atas perintah dinas kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sesungguhnya pernyataan itu tidak benar dan keliru.
Seperti dilangsir dari media siap86.co.id. Gerakan kumpul KTP di desa-desa, sama seperti yang dilakukan oleh oknum ASN dinas kesehatan yang bernama Veky Orno,bersama seorang ibu kader Jagualina Ngilanele di desa Lingada kec wuarlabobar KKT,mendapat sorotan tajam dari lapisan masyarakat.
Menanggapi berita tersebut, Festus Batlayeri menegaskan, sesungguhnya pernyataan itu tidak benar. karena tujuan untuk mengumpulkan KTP dengan jumlah 13 Orang adalah murni pembentukan struktur BRNR.
Namun demikian, Program BRNR bukan hanya stunting, tapi lansia, Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah,bebernya.
Dengan demikian, tidak ada kaitan apapun dengan dinas kesehatan. karena sebelum BRNR mengambil langkah kerja, selalu mendahulukan koordinasi. maka
lalu terkait hak itu Kami sudah konfirmasi dan klarifikasi dengan Katarina Aci Utukaman.
Oleh itu, sekali lagi ditegaskan tidak ada perintah terselubung untuk kumpul KTP demi tujuan politik,tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, bahwa Deklarasi mendukung program makan bergizi gratis melibatkan 514 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Program ini merupakan inisiatif pemerintah yang telah melalui berbagai persiapan dan uji coba, siap diluncurkan pada awal Januari.
Lanjut, Ia menandaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program yang dilangsungkan pada pemerintahan Kabinet Merah Putih. Program ini menjadi program unggulan Prabowo- Gibran yang akan dimulai peluncurannya Januari 2025 tahun depan.
Perluh diketahui, Pengumpulan KTP di desa Lingada itu murni pembentukan dan pengembangan dan kebutuhan struktural BRNR(Badan Relawan Nusantara Raya) di setiap Kecamatan dan desa.
Ia membenarkan hal ini sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto usai melakukan rapat dengan beberapa kementerian teknis Agar peluncuran Program sudah harus berjalan pada Januari 2024.,
Batlayeri menuturkan, Kesiapan pembentukan struktural tersisa satu bulan, sekaligus barengi dengan tahapan Pemilukada, jika Kami menunggu selesai pemilu, bagaimana BRNR menunjukan kesiapan kalau struktural belum terpenuhi,pungkasnya.
Oleh sebab itu, ia berpesan, Momen politik jangan dimanfaatkan untuk dianulir oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. karena peluncuran Januari 2024, BRNR sudah dapat menunjukan kesiapannya,tutup Batlayeri.
(PL)






