Gubernur Maluku Akan Tertipkan Tambang Ilegal, di Gunung Botak 

MALUKUEXPRESS.COM, Gunung Botak kembali memanas. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, resmi menyatakan perang terhadap seluruh aktivitas tambang ilegal dan praktik perampokan sumber daya alam di Maluku.

Pernyataan keras itu disampaikan langsung di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (7/5/2026), menyusul langkah penertiban tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Gunung Botak baru satu yang kita tertibkan. Masih ada lokasi lain yang juga akan ditertibkan,” tegas Hendrik.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi Maluku tidak lagi memberi ruang bagi aktivitas tambang liar yang dinilai merusak lingkungan, memicu konflik sosial, hingga merugikan masyarakat dan daerah.

Dengan nada tegas, Hendrik menegaskan kekayaan alam Maluku tidak boleh lagi dijarah secara ilegal oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami tidak akan mentoleransi sumber daya alam Maluku diambil, dirampok, dicuri, atau dikelola secara ilegal. Itu tidak akan saya biarkan,” ujarnya.

Langkah berani ini langsung menjadi perbincangan hangat masyarakat. Banyak warga mendukung sikap tegas gubernur karena dianggap sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat dan upaya menyelamatkan lingkungan Maluku dari kerusakan yang semakin parah.

Tak sedikit pula publik menilai penertiban ini bisa menjadi titik balik pembenahan sektor pertambangan di Maluku yang selama bertahun-tahun dipenuhi persoalan tambang ilegal.

Pemerintah Provinsi Maluku memastikan seluruh pengelolaan sumber daya alam ke depan harus berjalan sesuai aturan hukum, transparan, bertanggung jawab, dan benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Kini publik menanti langkah besar berikutnya: lokasi mana lagi yang akan ditertibkan setelah Gunung Botak? (CM)

Pos terkait