Inovasi Ukulele dari Tempurung Kelapa hingga Kerang Laut, Pengrajin Ambon Difasilitasi NIB oleh Disperindag

Malukuexpress.com, Ambon 27 januari 2026
Di tengah keterbatasan ekonomi saat pandemi Covid-19 tahun 2020, Jean Henry Tuhusula, yang juga seorang pendidik Guru di SMA Negeri 10 Ambon, untuk berkarya membuat jukulele dari berbagai bahan yang tersedia di lingkungan.

Pa Hen di panggilan akrabnya justru memulai langkah berani dengan merintis usaha pembuatan alat musik ukulele. Berawal dari bengkel sederhana, pengrajin asal Kota Ambon ini terus berinovasi hingga mampu menciptakan ukulele unik berbahan alam khas Maluku.

Tak hanya menggunakan kayu, Pa Hen mengembangkan ukulele dari tempurung kelapa, batok kelapa, pelepah sagu, hingga kerang laut dengan berbagai model dan bentuk artistik. Inovasi tersebut menjadikan produknya memiliki ciri khas kuat dan nilai jual tinggi, sekaligus mengangkat potensi bahan lokal menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Melihat potensi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon melalui program pendampingan dan pengawasan pelaku usaha IKM
( Industri Kecil dan Menengah) memberikan fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk dukungan legalitas usaha.

Penyuluh Perindag Ahli Muda, Firza Attamimi, mengatakan bahwa fasilitasi NIB ini merupakan bagian dari komitmen Disperindag dalam mendorong IKM (Industri Kecil dan Menengah) lokal naik kelas.

“Pa Hen sudah kami fasilitasi pembuatan NIB sebagai legalitas usahanya. Prosesnya cepat dan NIB langsung kami kirimkan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.
Firza menambahkan, legalitas usaha menjadi langkah awal yang sangat penting agar pelaku IKM dapat mengakses berbagai program pemerintah, pembiayaan, hingga peluang pasar yang lebih luas.

Pendampingan terhadap pengrajin ukulele ini tidak hanya berhenti pada legalitas, tetapi juga mencakup pembinaan, pengawasan, serta dorongan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Kisah Pa Hen menjadi bukti bahwa dari situasi krisis dapat lahir kreativitas dan peluang baru. Dengan sentuhan inovasi, bahan-bahan alam lokal, serta dukungan pemerintah daerah, pengrajin ukulele Ambon kini kian siap melangkah menuju usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing.(CM)

Pos terkait