Jakarta, Malukuexpress.com, 14 November 2025 — PT Jasa Raharja kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan usaha dengan berhasil melewati Audit Surveillance ISO 22301:2019 yang diselenggarakan oleh British Standards Institution (BSI) pada 3–5 November 2025. Audit ini memastikan bahwa Business Continuity Management System (BCMS) Jasa Raharja tetap efektif dan sesuai dengan standar internasional, sehingga layanan publik yang diberikan kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal dalam berbagai kondisi.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, menyampaikan bahwa penerapan BCMS merupakan bagian penting dari prinsip Environmental, Social, Governance, Risk Management, and Compliance (ESGRC). Sistem ini menjadi fondasi kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi risiko yang berpotensi mengganggu operasional.
“Selain untuk pemenuhan standar, audit ini adalah refleksi dari budaya kesiapsiagaan yang terus kami bangun di seluruh lini organisasi. Dengan dukungan manajemen puncak dan tim BCMS lintas divisi, kami memastikan Jasa Raharja selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Audit yang berlangsung selama tiga hari mencakup wawancara, telaah dokumen, observasi simulasi, serta verifikasi implementasi BCMS di seluruh proses bisnis kritikal. BSI menilai kemampuan Jasa Raharja dalam merespons gangguan yang bersumber dari aspek manusia, teknologi informasi, proses bisnis, infrastruktur, hingga bencana alam.
Pelaksanaan audit dilakukan secara hybrid—onsite di kantor pusat serta beberapa kantor wilayah seperti Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah—dan berfokus pada tujuh aspek utama BCMS, mulai dari kebijakan manajemen, analisis dampak bisnis, manajemen risiko, strategi dan rencana keberlangsungan usaha, hingga pengujian sistem serta evaluasi berkelanjutan.
Hasilnya, Jasa Raharja mencatat zero finding, yang menandakan tidak adanya temuan dari auditor BSI. Dengan demikian, sertifikasi ISO 22301:2019 dinyatakan tetap berlaku dan diperpanjang hingga 23 Januari 2028.
“Keberhasilan mempertahankan sertifikasi ini menegaskan bahwa Jasa Raharja memiliki sistem keberlangsungan usaha yang tangguh dan terukur, serta mampu menjamin kesinambungan layanan publik dalam setiap situasi,” kata Harwan.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan wujud konsistensi perusahaan dalam menerapkan continuous improvement. Melalui pelatihan berkala, simulasi tanggap darurat, serta pengujian sistem mulai dari Data Center hingga Disaster Recovery Center, Jasa Raharja terus memperkuat ketahanan organisasi.
Dengan perpanjangan sertifikasi hingga 2028, Jasa Raharja memperkokoh posisinya sebagai BUMN yang memiliki ketangguhan operasional tinggi dan berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan publik secara konsisten, andal, dan berkelanjutan.(CM)






