Kades Taniwel Yance Hilewe ‘SAH’ Dikukuhkan Secara Adat

Proses Pelantikan Adat Kades Taniwel SAH Yance Hilewe

Malukuexpress.com, Salah satu desa tertua atau sering disebut desa adat di Kabupaten Seram Bagian Barat adalah Desa Taniwel yang terletak di Kecamatan Taniwel. Desa ini terdapat 9 (sembilan) Soa yakni, soa nakaela, soa rumauru, soa rumaeleng, soa hatuang, soa hatumeteng, soa samalatu, soa kanawa, soa taniwel dan soa lasahata.

Masyarakat desa Taniwel sangat menghormati adat istiadat mereka, dimana saat pemilihan kepala desa, mereka langsung mengukuhkan secara adat orang atau keturunan yang berhak menduduki jabatan Raja atau kepala desa.

Bacaan Lainnya

Karena menurut mereka itu adalah hak asal usul desa dan merupakan garis keturunan yang diakui oleh leluhur, sehingga apabila ada yang melanggar maka akibatnya akan fatal di tengah jalan.

Tanggal 8 November 2021 adalah waktu dilakukan pengukuhan adat yang dipimpin oleh tokoh adat setempat bernama Onisias Lumamuly didepan rumah raja terpilih desa Taniwel dan dihadiri oleh seluruh masyarakat desa Taniwel.

Persiapan Adat, penjemputan Kades di Rumah Tua Keluarga Hilewe

Sebelum dilakukan pelantikan pemerintahan definitif kepala desa besok (9/11) atas nama Bapak Yance Dominggus Hilewe oleh Bupati Seram Bagian Barat Timotius Akerina.

Kades Taniwel bersama keluarga dalam proses adat

Hasil liputan media ini di lapangan, Lembaga Adat Taniwel pada Senin 08 November 2021 Jam 06.00 WIT melantik Jantje Dominggus Hilewe, S.E sebagai Pemimpin Negeri Taniwel secara Adat di tempat Baileo.

Kades Taniwel memakan sesajian di Pinggir Parigi Nakaela

Acara prosesi awal dimulai dari menjemput Kepala Desa atau raja Negeri Yance Hilewe bersama keluarga dikawal oleh Penjaga dilengkapi Parang Salawaku dari rumah tua ke tempat acara pelantikan adat awal di parigi Nakaela.

Setelah usai di parigi Nakaela. Kades Taniwel menuju Baileo untuk pengukuhan.

Sesampainya Jantje Hilewe dari rumah tua ke parigi nakaela, beliau disambut oleh tetua adat untuk selanjutnya berdiri di pinggir parigi Nakela, kemudian beliau dijamu dengan sesajian secara adat dan selanjutnya dengan Kapata (Bahasa Adat), Tetua adat mempersilahkan Pemimpin Negeri mencicipi sesajian yang di sajikan oleh tetua adat tersebut. Kemudian setelah makan sesajian bersama keluarga, kemudian beliau didoakan secara adat, setelah selesai di parigi nakaela, kepala desa melanjutkan perjalanan kaki menuju tempat pelantikan secara adat di Baileo Negeri Taniwel.

Kades Taniwel disambut di Baileo.

Dengan menempuh perjalanan kaki berjarak 300 meter. Kepala Desa bersama keluarga dikawal oleh salah satu tetua adat. Sesampainya disana. Pemimpin negeri disambut oleh Ketua Dewan Adat Taniwel Heret Lisay, Sekretaris Onisius Lumamuly, Ketua Ina Ama Stevi Sekerone, Perwakilan Soa Nakaela Hilewe saudara Eky Hilewe serta nyanyian penyambutan secara adat.

Acara berlangsung sakral, penuh hikmat, kemudian dilaksanakan acara pelantikan dengan pembacaan petuah (Kapata) pada surat sakti oleh Perwakilan Soa Nakaela kemudian Diberkati sumpah kepada Kepala Desa untuk kedepan menjalankan tugasnya sebagai Pemimpin Negeri secara baik dan amanah Bagi Seluruh Masyarakat Taniwel.

Akhirnya dengan Sumpah Adat tersebut, Jantje Hilewe diberikan Surat Sakti tersebut dan secara SAH menjadi Pemimpin Negeri secara Adat dengan disaksikan oleh Dewan Adat Negeri Taniwel serta masyarakat Taniwel yang turut pada acara tempat baileo Taniwel.

Peristiwa pengukuhan secara adat ini kedepannya akan berlangsung setiap 6 tahun setelah masa jabatan kepala desa berakhir, dan akan dipilih lagi untuk periode berikutnya. Prosesi pengukuhan adat ini dapat menjadi daya tarik tersendiri terkhusus pariwisata di Kabupaten Seram Bagian Barat, sehingga menjadi khazanah budaya indonesia yang menarik bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri. (*)

 

 

Pos terkait