Malukuexpress.com, Ambon 12 Februari 2026Komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam menangani persoalan sampah kini semakin nyata. Di bawah komando Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Provinsi Maluku, berbagai langkah strategis terus digencarkan, bahkan jauh sebelum instruksi Presiden terkait penanganan sampah digaungkan secara nasional.
Kadis DLHP Provinsi Maluku
Drs. Roy C. Siauta, M.Si.
menegaskan bahwa pihaknya telah lebih dulu menyusun Jastrada (Kebijakan dan Strategi Daerah) sebagai pedoman pengelolaan sampah. Tak hanya berhenti di atas kertas, program penyuluhan, edukasi pengelolaan limbah, hingga kerja bakti rutin di sejumlah titik krusial seperti pesisir Teluk Ambon dan Pasar Mardika telah dijalankan secara konsisten.
“Kami sudah bergerak sebelum arahan itu turun. Edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terus kami lakukan, termasuk bersama Tim Penggerak PKK,” ungkapnya.
Terobosan Jaring Sampah hingga Kapal dari Swiss
Salah satu langkah konkret yang patut diapresiasi adalah pemasangan jaring sampah di sejumlah muara sungai seperti Wai Batu Gantong, Batu Gajah, dan Waitomo. Program ini terwujud berkat dukungan NGO internasional. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran operasional, DLHP tetap menunjukkan semangat pengabdian demi menjaga kebersihan Teluk Ambon.
Tak berhenti di situ, kabar besar datang tahun ini. DLHP Provinsi Maluku dijadwalkan menerima bantuan kapal pembersih sampah dari NGO asal Swiss, DC Cleaners. Kapal tersebut nantinya akan beroperasi di perairan Teluk Ambon, setelah melalui proses administrasi dan pelatihan teknis di Jakarta melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Target awal Februari, namun sempat terkendala administrasi. Koordinasi terakhir, kami sudah diminta mengirimkan nama untuk pelatihan. Ini langkah besar bagi Maluku,” jelas Siauta
Selama tiga tahun pertama, operasional kapal akan didampingi pihak NGO, sebelum sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk dikelola mandiri.
Kolaborasi dan Kesadaran Jadi Kunci
Siauta juga menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Kota Ambon, untuk membangun kesadaran kolektif mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
“Sampah punya nilai ekonomis. Kalau kita kelola dengan baik, bukan hanya lingkungan bersih, tapi juga bisa memberi manfaat,” tegasnya.
Siauta juga mengapresiasi sinergi dengan Pemerintah Kota Ambon yang selama ini turut melengkapi keterbatasan sarana dan prasarana di tingkat provinsi.
Dengan berbagai langkah strategis dan dukungan internasional yang berhasil digaet, nama Kadis DLHP Provinsi Maluku kini menjadi sorotan sebagai motor penggerak perubahan dalam upaya menyelamatkan wajah Kota Ambon dan lingkungan Maluku secara keseluruhan.
Langkah sudah dimulai. Kini, kesadaran bersama menjadi penentu keberhasilannya.( CM)






