Malukuexpress.com, Masohi – Kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perundam) Tirta Nusa Ina Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) hangus terbakar dilalap si jago merah, selasa (4/3/2025).
Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIT, diduga sumber api berasal dari ruangan semi permanen yang berdampingan dengan ruang keuangan kantor tersebut.
Bangunan Perumdam Tirta Nusa Ina yang usianya sudah mencapai 38 Tahun, Seluruhnya hangus terbakar, hanya beberapa unit laptop di ruang bendahara yang dapat diselamatkan. Sementara barang -barang lain baik yang ada di ruang Direktur dan diruang Kepala Bagian tidak ada satupun yang diselamatkan, seluruhnya ikut terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, namun seluruh barang ikut hangus terbakar, dan kerugian diperkirakan mencapai Milyaran Rupiah.
Dari informasi yang didapat di lokasi kejadian, kebakaran diduga akibat kosleting listrik di bagian atas plafon bangunan Kantor Perumdam Tirta Nusa Ina Masohi. Sebab saat kejadian hampir seluruh pegawai sudah pulang, hanya tinggal beberapa pegawai yang ada di ruang pelayanan dan di bagian keuangan/bendahara.
“Ada yang teriak kebakaran saya melihat ke samping sudah terbakar. Saya dengan Pak Jupri kasubag keuangan di ruangan keuangan dan satu staf lari keluar, ujar Mardiana, Kabag Administrasi dan Keuangan Perumdam Tirta Nusa Ina kepada wartawan.
Mardiana mengungkapkan api berasal dari samping ruangan keuangan dan tidak tahu apa sebab terjadinya kebakaran.
“Sebelah ini kan didingnya papan dan ini kantor lama yang tiangnya dari kayu dan plafon juga dari triplek jadi kemungkinan sebab api cepat besar,’ jelasnya.
Ia menilai Pemadam Kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja lambat respon lakukan pemadaman. “Mereka datang api sudah membesar. Untuk dokumen-dokumen di sumber utama api muncul tidak ada tapi dokumen di ruang keuangan juga sudah terbakar,” imbuhnya.
Saat ini api telah berhasil dipadamkan dan telah dilingkari police line.
Sementara AIPDA Ernan Waleuru, Anggota Inavis Satreskrim Polres Malteng mengatakan, akan melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab kebakaran kantor tersebut. “Nanti kami sementara belum lakukan olah TKP karena api masih belum padam sempurna, kata Waleuru. (ME-08)






