KMP Bahtera Nusantara Milik Perumda Panca Karya Kembali Mati Mesin di Teluk Ambon, Dipertanyakan Kelayakannya

MalukuExpress.com, KMP Bahtera Nusantara 02, kapal milik Perumda Panca Karya, salah satu BUMD Pemerintah Provinsi Maluku, kembali mengalami mati mesin di perairan Teluk Ambon. Insiden ini memicu pertanyaan serius masyarakat terkait kelayakan operasional kapal yang baru kembali berlayar.

Pada hal ini pelayaran perdana setelah rusak lama.

Bacaan Lainnya

Pantauan MalukuExpress.com di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, Jumat 19 Desember 2025 siang, terlihat kapal dalam kondisi rusak ditarik menggunakan tugboat dan akhirnya sandar di pelabuhan sekitar pukul 11.30 WIT.

KMP Bahtera Nusantara diketahui mulai beroperasi sejak tahun 2019, namun pernah mengalami kerusakan berat pada tahun 2022 hingga menjadi “monumen terapung” di Teluk Ambon. Kapal tersebut baru selesai diperbaiki dan kembali dioperasikan pada Kamis, 18 Desember 2025, sebelum akhirnya kembali mengalami gangguan mesin.

Mati Mesin di Perairan Eri Nusaniwe

Informasi yang dihimpun MalukuExpress.com menyebutkan, kapal berangkat dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon pada Kamis malam, 18 Desember 2025, dengan tujuan Banda–Tual. Namun di lepas pantai Dusun Eri, Kecamatan Nusaniwe, kapal tiba-tiba mengalami kemacetan mesin dan terombang-ambing di laut.

ABK dilaporkan tidak mampu melakukan perbaikan, sehingga nakhoda meminta bantuan KSOP Ambon.
Sebanyak 130 penumpang berada di atas kapal saat kejadian, memicu kepanikan di tengah laut.

Evakuasi dan Penarikan Kapal

Menindaklanjuti permintaan bantuan, dua tugboat milik PT Pelindo Regional 4 Ambon, yakni TB Herlin VIII dan TB Herlin 26, bersama Kapal Negara Patroli (KNP) 338 milik KSOP Ambon serta Kapal Navigasi KN Bacan, langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

Kapal akhirnya berhasil ditarik ke Pelabuhan Ambon. Setelah sandar, penumpang tujuan Banda–Tual langsung dipindahkan ke KN Bacan untuk melanjutkan perjalanan.

Publik Pertanyakan Kelayakan Kapal

Insiden ini kembali memunculkan keresahan masyarakat. Seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan kelayakan kapal.

“Kapal ini baru diperbaiki, tapi mesin kembali rusak. Tahun 2022 sudah rusak, sekarang rusak lagi. Kalau memang belum layak, jangan dipaksakan beroperasi,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Perumda Panca Karya terkait penyebab kerusakan mesin maupun evaluasi kelayakan kapal.

Peristiwa ini menjadi sorotan serius terhadap pengawasan keselamatan transportasi laut di Maluku. (CM)

Pos terkait