Marasabessy, Festival Hadrat Merupakan Seni Berciri Khas Budaya Keislaman

Malukuexpress.com, Masohi – Pj Bupati Maluku Tengah (Malteng) Muhamat Marasabessy, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Festival Hadrat, yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Gabungan (MTG) Malteng, dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1 Mujaram 1445 H Tahun 2023.

Marasabessy menyebutkan, Festival Hadrat yang dilaksanakan saat ini, tetap terus dan selalu dilakukan. Sebab, kegiatan seperti ini merupakan seni yang berciri khas budaya keislaman. Apalagi pesertanya juga banyak diikuti oleh kalangan pelajar.

“Ini membuktikan bahwa, selaku generasi yang hidup di jaman millennial, kita masih tetap mencintai budaya daerah dan bangsa yang sangat kental dengan nilai-nilai, baik nilai agama, kegotong royongan, dan yang paling penting adalah nilai persaudaraan, persatuan dan kesatuan,”

Hal ini diungkapkan Marasabessy dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Festival Hadrat tersebut, yang berlangsung di halaman Masjid Agung Ibnu Abdullah, rabu (19/7/2023).

Dijelaskannya, bahwa Indonesia adalah Negara yang memiliki kemajemukan serta keragaman tradisi, budaya, adat dan juga kesenian. Hampir di setiap daerah, termasuk di Maluku, memiliki identitas atau karakter budaya yang berbeda-beda.

“Kemajemukan identitas tersebut merupakan jati diri serta bisa menjadi media ekspresi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Tidak terkecuali tradisi kesenian Islam yang kita kenal dengan nama Hadrat,” jelas Marasabessy.

Hadrah atau Hadrat lanjutnya, adalah salah satu bentuk kesenian dalam Islam yang diiringi dengan rebana, sambil melantunkan syair-syair pujian terhadap Nabi Muhammad SAW. Kesenian hadrat sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia khususnya di kalangan pesantren, serta sangat popular di Maluku.

“Bagi saya, Hadrat hanyalah salah satu dari keunikan budaya Islam yang kita lestarikan di Maluku, terlebih lagi pada saat pelaksanaan hajatan maupun perayaan hari-hari besar keagamaan, seperti peringatan Tahun Baru Islam di saat ini,” ucapnya Marasabessy.

Ia meminta, melalui Festival Hadrat yang diselenggarakan hari ini, kiranya akan mampu membangkitkan kembali serta memotiver seluruh generasi bangsa agar tetap mencintai dan melestarikan budaya atau kesenian islam.

“Kegiatan ini juga bisa menjadi media, guna mengingatkan kita semua tentang histori atau sejarah hadirnya hadrat yang merupakan ungkapan kegembiraan dalam penyambutan kaum Anshar kepada Nabi Muhammad SAW saat sampai di Madinah setelah hijrah dari Makkah,” pintahnya.

Pada kesempatan itu dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk senantiasa membangkitkan semangat ke Indonesiaan dengan sebaik-baiknya, mengokohkan persatuan dan kesatuan, serta mempererat jalinan tali silaturahim di antara seluruh warga Kota Masohi dan Kabupaten Maluku Tengah secara umum.

“Mari kita jadikan toleransi sebagai kekuatan besar untuk semakin memajukan peradaban dan pembangunan di daerah yang kita cintai ini,” pintah Marasabessy. (ME-08)

Pos terkait