MALUKUEXPRESS.COM
AMBON – Di tengah masih kuatnya stigma terhadap HIV/AIDS, Klinik Komunitas Candela di bawah naungan Yayasan Pelangi Maluku hadir sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan pemeriksaan HIV tanpa rasa takut dihakimi.
Direktur Yayasan Pelangi Maluku, Rossa Karamoy/ Pentury, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam penanggulangan HIV saat ini bukan hanya soal penularan, tetapi juga stigma yang membuat banyak orang enggan memeriksakan diri.
“Orang masih berpikir kalau datang tes HIV berarti punya perilaku berisiko atau sering berganti pasangan. Padahal pemeriksaan HIV adalah hak setiap orang untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Stigma inilah yang terus kami lawan,” ujar Rossa di ruang kerjanya,Yayasan Pelangi Maluku Taman Makmur Air Salobar. 28 Juli 2026
Menurutnya, Klinik Komunitas Candela dibentuk untuk menghadirkan layanan yang ramah, inklusif, dan bebas diskriminasi bagi siapa saja yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya deteksi dini HIV,di Klinik Candela,ada beberapa Dokter yang siap Melayani.
Yayasan Pelangi Maluku yang telah berdiri sejak 8 Maret 2000 selama lebih dari dua dekade konsisten mendampingi orang dengan HIV (ODHIV) sekaligus menjangkau kelompok-kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi agar dapat mengakses layanan kesehatan lebih awal.
Melalui sistem penjangkauan yang dimiliki, tim lapangan tidak hanya mendampingi ODHIV, tetapi juga mengidentifikasi masyarakat yang berpotensi terpapar HIV untuk dirujuk melakukan pemeriksaan. Mereka yang dinyatakan reaktif kemudian mendapatkan pendampingan hingga memperoleh pengobatan.
Rossa mengungkapkan bahwa hingga kini belum terdapat sistem pendataan terpadu yang mampu menjangkau seluruh kelompok berisiko. Akibatnya, masih banyak orang yang baru diketahui mengidap HIV setelah mengalami gejala berat, sehingga meningkatkan risiko penularan di masyarakat.
Data baru Dinas Kesehatan Kabupaten Kota Provinsi Maluku mencatat hingga januari – juni tahun 2026 terdapat kasus HIV/AIDS di Maluku. Kota Ambon menjadi wilayah dengan jumlah 318
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Pelangi Maluku terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, fasilitas kesehatan, dan komunitas untuk memperluas edukasi serta akses pemeriksaan HIV secara sukarela,dan Gratis.
Rossa menekankan bahwa HIV dapat dikendalikan apabila terdeteksi sejak dini dan penderitanya menjalani terapi secara teratur. Karena itu, masyarakat diminta tidak takut memanfaatkan layanan pemeriksaan yang kini tersedia di Klinik Komunitas Candela,di dukung oleh kementrian RI dan Kesehatan Provinsi Maluku dan Kota.
“Siapa saja bisa datang untuk melakukan pemeriksaan GRATIS. Tidak perlu menunggu sakit atau merasa berisiko tinggi. Semakin cepat diketahui, semakin baik penanganannya. Yang terpenting, mari hentikan stigma dan diskriminasi,” tegasnya.
Yayasan Pelangi Maluku berharap target global Three Zeros 2030 dapat tercapai, yakni tidak ada lagi kematian akibat HIV, tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV, serta tidak ada lagi penularan baru yang dapat dicegah melalui edukasi, deteksi dini, dan pengobatan.(CM)






