MalukuExpress.com, Hilangnya 11 Anak Buah Kapal (ABK) KM Maluku Prima Makmur 03 (MPM 03) dari tanggal 20 november 2025 sampai sekarang masih menjadi tanda tanya besar(???) Kapal penangkap tuna itu ditemukan terbakar dan mengapung, namun tanpa satu pun awak, tanpa jasad, tanpa pelampung, bahkan tanpa serpihan di lautan.
Peristiwa ini kini disebut sebagai tragedi laut paling membingungkan di Maluku sepanjang 2025.
Tiga Misteri Besar yang Belum Terjawab
Hingga saat ini, setidaknya ada tiga pertanyaan krusial yang belum bisa dijelaskan pihak mana pun:
Pertama, apa penyebab pasti kebakaran kapal?
Tidak ditemukan ledakan besar, tidak ada laporan korsleting yang jelas, dan kondisi kapal hangus tanpa pola kebakaran yang mudah dipastikan.
Kedua, ke mana seluruh awak kapal menghilang?
Sebelas ABK, termasuk nakhoda, lenyap bersamaan. Dugaan sementara menyebut mereka melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, namun tidak ada bukti pendukung yang ditemukan.
Ketiga, mengapa tidak ada satu pun jejak di laut?
Dalam kecelakaan kapal, biasanya ditemukan pelampung, potongan kayu, atau barang pribadi. Namun di kasus KM MPM 03, laut benar-benar bersih.
Kapal Ada, Awak Hilang
KM MPM 03 ditemukan dalam kondisi:
Badan kapal hangus
Struktur rusak akibat panas
Tidak ada ABK di atas kapal
Tidak ada jasad di sekitar lokasi
Tim TNI AL dan Basarnas memastikan kapal tersebut kosong total saat ditemukan.
Operasi SAR Berlanjut, Hasil Masih Nihil
Operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, Polda Maluku, dan nelayan lokal telah menjangkau area lebih dari 100 mil laut. Namun hingga kini:
Tidak ditemukan korban
Tidak ditemukan pelampung
Tidak ditemukan tanda kehidupan
Tragedi Laut yang Membekas
Hilangnya 11 ABK KM MPM 03 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Harapan masih ada, namun waktu terus berjalan tanpa kepastian.
Dan Laut Maluku kembali mengingatkan:
tidak semua yang ia ambil, pernah ia kembalikan.
(CM)






