MALUKUEXPRESS.COM, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) MAWAR POKA mengelar Wisuda Ke 11 dan Kenaikan Kelas. Bertempat di Lantai II KFC Desa Rumahtiga Wailela. Sabtu 10 Juni 2023. “Dengan Tema : Mewujudkan Transisi PAUD Ke SD Yang Menyenangkan”.
Wisuda Ke 11 dan Kenaikan Kelas PAUD Mawar Poka Tahun 2023 ini telah berhasil menamatkan 15 siswanya. Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua HIMPAUDI Kota Ambon Ibu Derika Polatu, A.Md, Pengurus Komite, Para Orang Tua Siswa serta media. 
Kegiatan di awali dengan melagukan Indonesia Raya, Puisi dari Perwakilan Siswa PAUD, Sambutan-sambutan, pengukuhan wisudawan, lantunan lagu dari para siswa PAUD, Doa dan Penutup serta ramah tamah dan Foto bersama.
Mengawali sambutan Perwakilan Siswa PAUD Mawar Poka atasnama Anisah yang dalam ungkapannya didepan hadirin yang hadir mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ibu Kepala Sekolah dan Dewan Guru yang telah mengasuh dan mendidiknya bersama teman-temannya yang lain di PAUD Mawar Poka hingga di penghujung Wisuda di saat ini dan selalu berdoa untuk Ibu Kepsek dan Dewan Guru selalu sukses dan sehat selalu kedepannya.
Kemudian sambutan dari Perwakilan Komite Sekolah PAUD Mawar Poka juga sangat berterimakasih kepada teman-teman pengurus komite yang sudah bahu membahu untuk menopang belajar anak-anak dalam bentuk sumbangan atau ide-ide.
Selanjutnya juga, jika selama menjadi pengurus komite ada hal-hal yang kadang-kadang lewat sikap atau tutur kata perbuatan yang kurang menyenangkan dengan lain, tapi puji Tuhan, itu bisa selesai dengan baik.
“Bagi para orang tua walaupun nanti kedepan, ketika anak-anak ini tidak sama-sama lagi di sekolah tapi tali silaturahmi kita bersama lainnya terus terjalin dengan baik, “harapannya.
Sementara Kepsek PAUD Ibu Ena Nikijuluw, S.E., M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada orang tua bahkan komite yang sudah mendukung kami sehingga bisa melaksanakan kegiatan wisuda hari ini di KFC wailela.
Lanjutnya, kami selaku dewan guru mau katakan kepada anak-anakku, karena kalianlah nama PAUD Mawar Poka ini menjadi kebanggaan, karena anak-anak bisa berlomba dan menjadi juara dan itu bukan kuat dan gagah kami dewan guru tetapi juga peran orang tua yang mendukung anak-anak ini sehingga mereka bisa membawa nama baik sekolahnya diperlombaan dan bisa jadi juara.
“Saya sebagai kepsek mau bilang selalu dan selalu belajar anak-anakku untuk mencapai cita-cita yang sangat dibanggakan, jangan pernah merasa lelah, janganlah merasa bahwa inilah kemampuan kita, harus tetap diasah dan tetap maju, karena jika tidak pintar tidak dapat dipakai. Maka itu kalian harus menjadi anak-anak yang terpintar, terbaik dan terunggul,”tegasnya.
Selamat berjuang anak-anakku dijenjang selanjutnya untuk membawa nama harum PAUD Mawar Poka kedepan,”tutupnya.
Sebagai penutup sambutan, Ketua HIMPAUDI Kota Ambon Ibu Derika Polatu, A.Md mengatakan bahwa, hari ini kita bangga sebab kurang lebih 2 tahun anak-anak diasuh, dididik dan dibina dengan kasih sayang yang tanpa pamrih oleh Kepsek dan guru-guru PAUD Mawar Poka.
Lanjutnya, sebab guru-guru PAUD tidak digaji oleh pemerintah tetapi yang mengaji guru-guru PAUD adalah Kepsek sendiri yang harus menjadi guru untuk membayar gaji gurunya.
“Gaji guru PAUD 100 -300 ribu per bulan tapi kerjanya sangat luar biasa, Ibu-ibu guru bisa mendidik anak-anak dengan baik, sesungguhnya pondasi awal pada PAUD sangat lebih sulit, sebab untuk membentuk karakteristik anak usia dini bukan sebuah hal yang gampang, sebab guru PAUD bekerja kejar pembentukan karakter anak untuk menuju ke masa depan yang gemilang,”tambahnya.
Karena anak-anak ini tidak nakal tetapi anak-anak ini berkembang dengan baik, jadi dalam perkembangan itu, pasti ada anak-anak yang karakteristik cerdas, aktif sana aktif sini, karena tubuh mereka sehat,”ungkapnya.
Oleh sebab itu, anak-anak PAUD tidak nakal tetapi anak-anak PAUD adalah anak-anak yang cerdas, kreatif untuk menuju kepada perkembangan selanjutnya yang lebih baik.
“Terimakasih kepsek dan dewan guru yang tanpa pamrih untuk mendidik anak-anak hingga pencapaian hari ini dan selamat kepada 15 anak. Semoga Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa memberkati dalam proses selanjutnya. Sebab 15 sampai 20 tahun yang akan datang , kita akan menemui anak-anak yang menjadi apa yang mereka cita-citakan,”ucapnya.
“Untuk itulah, ada pesan dari Presiden Pertama Indonesia Ir. Sukarno adalah gantunglah cita-citamu setinggi langit apabila engkau jatuh, biarlah engkau jatuh diantara bintang-bintang dan tetap semangat,”mengakhiri sambutannya. (**)







