MALUKUEXPRESS.COM, Ambon – Penjabat Gubernur Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, menggelar Gala Dinner dengan Peserta International Conference Indonesian Regional Science Assosiation (IRSA) ke-19, di Kediaman Sekretaris Daerah Maluku, Senin (15/7/2024) malam.
Hadir pada kesempatan itu Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias beserta rombongan, Rektor Universitas Pattimura, Presiden IRSA dan jajaran, Akademisi Cornel University, Penjabat Walikota Ambon, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Maluku beserta Asisten dan Pimpinan OPD terkait Provinsi Maluku, Tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan peserta Conference.
Mengawali sambutan Gala Dinner Presiden IRSA, Prof Joni Hattono dalam sambutannya mengatakan bahwa, IRSA yang di Kota Ambon ada sesuatu yang luar biasa, kenapa luar biass!, karena ini pertama kalinya IRSA giat di Kota Ambon Manise. “Yah sudah 18 kali kegiatan dan kali ini ke Ambon, “ucapnya.
Lanjutnya, Kegiatan IRSA di Ambon, ada pola yang berubah dan biasanya ada pelatihan dua hari dan setelah itu, lanjut ke acara intinya. Di tahun 2024 ini beda, karena selain ada acara dua hari tapi ada juga acara pelatihan sebulan full dan tentunya acaranya makin bertambah dan sangat bagus bagi peserta, karena semakin banyak menulisnya.
Harapannya kami dari IRSA, tentunya bagi Maluku sebagai Provinsi Kepulauan, kami IRSA siap memberikan kontribusi bagi daerah, apakah itu dengan menghasilkan suatu kebijakan di daerah yang diturunkan dari seminar atau hal lain.
Semoga dalam kegiatan IRSA yang telah datang 180an orang Peserta di Ambon bisa memberikan dampak ekonominya, juga para peneliti regional ini, bisa menjadi penyambung lidah antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” menutup sambutannya.
Kemudian dari Prof Iwan Jaya Azis dari Cornel University dalam sambutannya, kekayaan di Maluku sangat luar biasa, tapi yang menjadi masalah, bagaimana kekayaan itu, diterjemahkan untuk kemakmuran masyarakat Indonesia Timur.
Dirinya melihat selama ini masih kurang, jadi hanya menilai ukuran-ukuran ekonomi yang makro, seperti PDRB, padahal yang lebih menentukan itu adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia Timur dan cara yang paling relatif dan mudah untuk membuat itu terjadi, itu bukan membuat rencana yang muluk-muluk tapi menanyakan kepada masyarakat dengan berbicara langsung dengan masyarakat, baik itu petani, pelaut, pelaku UMKMnya, sehingga lebih mencapai pada tujuan-tujuan kesejahteraan rakyat, “menutup pesannya.
Ditempat yang sama pula, Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, mengucapkan selamat datang di Kota Ambon Manise, kepada Konsul Jenderal Australia di Makassar, beserta seluruh narasumber dan partisipan.
“Kami juga menyambut gembira, dilaksanakannya kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat penting ini,” ujar Sadali.
Pada kesempatan itu dirinya turut menjelaskan kondisi geografis Provinsi Maluku, yang turut dikaruniai berbagai potensi ekonomi kelautan yang kaya, dan membutuhkan pendekatan pembangunan yang berorientasi kemaritiman.
“Kami berharap melalui Forum Ilmiah ini, dapat melahirkan berbagai gagasan konseptual yang akan emmberi kontribusi bagi pembangunan kemaritiman di Maluku,” harap Penjabat Gubernur Maluku.
Ia mengajak, untuk semua pihak saling bekerjasama, guna mengatasi berbagai permasalahan yang selama ini menghambat proses pembangunan di wilayah kepulauan.
“Sebab pembangunan di wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan khusus yang sesuai dengan kebutuhan wilayah dan karakteristik sosial masyarakat pesisir, mengingat komunitas masyarakat Maluku, yang teragregasi berdasarkan teritorial Pulau,” tambahnya.
Ia mengatakan Provinsi Maluku tentunya memerlukan inovasi teknologi tepat guna, untuk bisa menjawab berbagai kebutuhan pembangunan masyarakat kepulauan.
“Sebab satu hal yang menjadi keresahan selama ini adalah bagaimana membangun konektivitas antar pulau dan antar wilayah dengan sistem transportasi modern yang murah dan terjangkau oelh masyarakat di Maluku,” jelasnya.
Pihaknya menyebut pendekatan ini, sebagai Pendekatan Berbasis Gugus Pulau, yang harus dilaksanakan secara terpadu, efektif, dan efisien.
“Di sisi yang lain, kita juga memerlukan penguatan regulasi dan kebijakan Nasional, untuk mendorong alokasi Sumber Daya Pembangunan ke Daerah-Daerah Kepulauan seperti Provinsi Maluku,” ungkap Sadali.
Sebab ujarnya, daerah kepulauan adalah Poros Pembangunan Maritim Indonesia, yang saat ini terus digalakkan oleh Presiden Joko Widodo.
“Dalam forum ini juga dihadiri Konsul Jenderal Australia di Makassar, kami tentu berharap agar dapat meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Australia, terutama dalam kegiatan investasi guna mengeksplorasi berbagai potensi ekonomi kelautan, yang masih sangat terbuka di Maluku,” pinta Sadali,
Sebelum menutup sambutannya, Sadali juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas dukungannya kepada Maluku selama ini, dan berharap akan terus dikembangkan di waktu mendatang, dengan berbagai potensi kerjasama di bidang Pendidikan dan Pelatihan, serta Pembangunan Sumber Daya Manusia yang saat ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Maluku. (*/Dk)












