PERISAI RESMI BERDIRI: RUMAH BESAR ANAK CUCU ERIHATU SAMASURU/WASSU.

MALUKUEXPRESS.COM
JAKARTA — Babak baru persatuan keluarga besar Erihatu Samasuru/Wassu di Indonesia resmi dimulai.16 Agustus 2026

Perhimpunan Erihatu Samasuru Indonesia (PERISAI) resmi berdiri sebagai wadah nasional yang menghimpun anak cucu Erihatu Samasuru/Wassu yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

PERISAI didirikan pada 3 Juli 2026 di Ibu Kota Negara dan memperoleh Surat Keputusan Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 17 Juli 2026, yang menjadi dasar legalitas organisasi di tingkat nasional.

Berdirinya PERISAI bukan sekadar lahirnya sebuah organisasi baru. Lebih dari itu, PERISAI diproyeksikan menjadi rumah besar persaudaraan, pusat konsolidasi, dan ruang bersama untuk membangun masa depan generasi Erihatu Samasuru/Wassu.

SATUKAN YANG TERSEBAR, KUATKAN YANG SUDAH ADA

Dengan jaringan keluarga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, PERISAI membawa agenda besar: menghubungkan kembali potensi keluarga besar yang selama ini berjalan di berbagai tempat agar dapat bergerak dalam semangat persatuan.

PERISAI akan membangun konsolidasi organisasi secara bertahap hingga tingkat daerah dengan mengedepankan komunikasi, persaudaraan, gotong royong, dan musyawarah.

Wadah ini terbuka bagi seluruh anak cucu Erihatu Samasuru/Wassu—mulai dari orang tua, pemuda, pelajar, profesional, pengusaha, akademisi hingga tokoh masyarakat.

Di bawah kepemimpinan:

Ketua Umum
JOHNY SUMBUNG, S.KM., M.KES.

PERISAI membawa visi:
“Mewujudkan persatuan dan kekuatan anak cucu Erihatu Samasuru/Wassu yang berdaya saing, mandiri, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.”

BUKAN HANYA BERKUMPUL, TETAPI BERTUMBUH

PERISAI menempatkan pembangunan generasi sebagai salah satu agenda utama.
Pendidikan, pembinaan karakter, penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi, serta peningkatan kapasitas generasi muda akan menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi.

Generasi muda tidak hanya dipandang sebagai penerus nama keluarga, tetapi sebagai aset strategis yang harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan zaman dan mengambil peran dalam pembangunan Indonesia.

MERAWAT IDENTITAS, MENYAMBUNG GENERASI

Di tengah perubahan zaman, PERISAI juga membawa tanggung jawab untuk menjaga nilai adat, budaya, sejarah, dan identitas keluarga besar Erihatu Samasuru/Wassu.

Tradisi tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu.

Sejarah harus menjadi fondasi untuk melangkah ke masa depan.

Karena itu, PERISAI diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan generasi tua dan generasi muda agar pengetahuan, nilai, pengalaman, dan identitas tidak terputus oleh pergantian zaman.

POTENSI KELUARGA MENJADI KEKUATAN BERSAMA

PERISAI juga membuka ruang bagi penguatan potensi ekonomi keluarga.
Dengan menghimpun jejaring profesional, pengusaha, akademisi, tenaga kesehatan, birokrat, pekerja, pelajar, pemuda, dan berbagai profesi lainnya, organisasi ini memiliki peluang untuk membangun ekosistem yang saling menguatkan.

Prinsipnya sederhana:

Yang kuat membantu yang lemah.

Yang berpengalaman membimbing yang muda.

Yang memiliki peluang membuka jalan bagi yang lain.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan melahirkan manfaat nyata, bukan sekadar aktivitas organisasi.

SEPULUH AGENDA BESAR PERISAI

PERISAI membawa sejumlah tujuan utama:
Mempersatukan keluarga besar Erihatu Samasuru/Wassu.

Membangun jaringan nasional hingga tingkat daerah.

Menyiapkan generasi muda yang unggul dan berkarakter.

Mendorong penguatan ekonomi bersama.
Menjaga adat, budaya, sejarah, dan identitas.

Memperkuat solidaritas antarkeluarga dan antargenerasi.

Menghimpun serta mengembangkan potensi sumber daya manusia.

Meningkatkan daya saing anggota.

Menjadi wadah aspirasi dan komunikasi keluarga.

Mendorong pengabdian nyata bagi masyarakat dan Indonesia.

DARI RUMAH KELUARGA UNTUK INDONESIA

PERISAI tidak ingin berhenti sebagai organisasi yang hanya berbicara tentang keluarga.

Semangat persaudaraan harus bermuara pada pengabdian.

Anak cucu Erihatu Samasuru/Wassu diharapkan dapat mengambil peran di berbagai bidang sesuai profesi, kompetensi, dan kapasitas masing-masing.

Dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemerintahan, dunia usaha, akademik, sosial kemasyarakatan hingga berbagai bidang profesi lainnya.

Persatuan keluarga menjadi fondasi.

Kapasitas SDM menjadi kekuatan.

Pengabdian menjadi tujuan.

Dengan semangat tersebut, PERISAI hadir membawa pesan bahwa identitas keluarga bukan alasan untuk menutup diri, melainkan energi untuk membangun kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.

RUMAH BESAR YANG BARU SAJA MEMBUKA PINTU

Berdirinya PERISAI menjadi titik awal perjalanan panjang.
Pekerjaan besar masih menanti: membangun struktur organisasi, memperkuat komunikasi antardaerah, merangkul generasi muda, mengembangkan potensi ekonomi, menjaga identitas budaya, serta memastikan organisasi benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

PERISAI adalah rumah bersama.

Rumah bagi mereka yang ingin menjaga persaudaraan.

Rumah bagi generasi muda yang ingin bertumbuh.

Rumah bagi mereka yang ingin berbagi pengalaman dan kesempatan.

Dan rumah bagi seluruh anak cucu Erihatu Samasuru/Wassu yang ingin berjalan bersama menuju masa depan.

PERISAI — Bersatu, Bertumbuh, Berkarya untuk Indonesia.(CM)

Pos terkait