PENYANYI MALUKU TURUN KE JALAN GALANG DANA UNTUK KORBAN KEBAKARAN PATAHUWE

MALUKUEXPRESS.COM, AMBON — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan komunitas penyanyi, musisi dan artis Maluku. Di tengah kesibukan mereka menghibur masyarakat dari panggung ke panggung, para penyanyi yang tergabung dalam KSMM (Kharisma Seniman Musik Maluku) justru memilih turun ke jalan untuk menggalang dana bagi basudara korban kebakaran di Patahuwe.

Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung selama 16 dan 17 September 2026, di sejumlah titik Kota Ambon, di antaranya perempatan Hotel Amboina serta kawasan taman depan kantor pemeliharaan bawah JMP.

Bukan dengan paksaan, bukan pula dengan target tertentu. Para penyanyi hanya mengandalkan ketulusan dan kepedulian masyarakat. Pengendara, sopir angkot, anggota TNI/Polri, tukang ojek, pejalan kaki, hingga pejabat yang melintas turut memberikan sumbangan sesuai kemampuan mereka.

Di bawah terik matahari dan hiruk-pikuk lalu lintas Kota Ambon, suara musik dan nyanyian para seniman berubah menjadi suara kemanusiaan.

Mereka tidak hanya bernyanyi untuk mencari makan di cafe dan restoran. Kali ini, mereka bernyanyi karena panggilan hati.

Panggung mereka adalah jalanan. Penontonnya adalah masyarakat.
Dan tujuan mereka satu: membantu meringankan beban basudara yang sedang tertimpa musibah.

Ketua KSMM, Bram Nanlohy, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota dan rekan-rekan penyanyi yang telah meluangkan waktu untuk terlibat dalam aksi tersebut.

“Saya selaku Ketua KSMM sangat mengapresiasi teman-teman penyanyi. Dengan kesibukan mereka masing-masing, masih sempat meluangkan waktu untuk membantu basudara korban kebakaran dengan turun langsung mencari dana,” ujar Bram.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk nyata bahwa profesi sebagai seniman tidak hanya berkaitan dengan panggung hiburan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat.

DARI PANGGUNG HIBURAN KE PANGGUNG KEMANUSIAAN

Kepedulian para seniman Ambon ternyata tidak berhenti pada penggalangan dana.
Ketua KSMM lainnya, Hampry Nanlohy, menyebut sejumlah artis dan seniman Kota Ambon juga ikut memberikan bantuan dalam bentuk pakaian layak pakai, sembako dan berbagai kebutuhan lainnya yang diperlukan keluarga korban.

“Teman-teman artis Kota Ambon yang lain juga ikut membantu. Ada yang memberikan pakaian layak pakai, sembako dan bantuan lainnya sesuai kebutuhan keluarga korban,” kata Hampry.

Ia menegaskan bahwa KSMM merupakan wadah komunitas penyanyi, musisi dan artis se-Maluku yang memiliki kepedulian sosial terhadap berbagai persoalan kemanusiaan,
Potong di kuku rasa di daging.

“KSMM adalah satu wadah komunitas penyanyi, musisi dan artis se-Maluku yang siap membantu. Bukan hanya dalam persoalan korban kebakaran, tetapi dalam berbagai hal kemanusiaan lainnya,” tegasnya.

Aksi ini sekaligus memperlihatkan bahwa solidaritas di Maluku tidak selalu lahir dari lembaga besar atau donasi bernilai fantastis.

Kadang, kepedulian justru lahir dari uang receh yang diberikan dengan ikhlas, dari tangan seorang tukang ojek, sopir angkot, pejalan kaki, pedagang, hingga siapa saja yang merasa terpanggil untuk membantu.

Dan di tengah kerasnya kehidupan kota, para seniman itu memilih mengingatkan satu hal:
ketika basudara menderita, tidak boleh ada yang merasa sendiri.
Hari ini mereka bernyanyi di jalan.
Bukan demi tepuk tangan.
Bukan demi popularitas.
Tetapi demi kemanusiaan.
KSMM membuktikan: SENI BISA MENGHIBUR, TETAPI SENI JUGA BISA BERGERAK UNTUK KEMANUSIAAN. (CM)

Pos terkait