MALUKUEXPRESS.COM, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa menyampaikan pesan inspiratif dalam pidato perdananya saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD KKT yang berlangsung di Gedung Natar Koumpu Saumlaki,Kamis (6/3/2025) pukul 16:47Wit.
Dalam sambutannya, Jauwerissa menyebutkan Pelantikan dapat kami maknai sebagai awal pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai nahkoda yang bersama masyarakat bekerja keras menuju Tanimbar maju. Kami maknai makna Tanimbar maju bukan lagi milik Paslon 01, 02, 03, 04, atau kelompok tertentu, tapi Kami Bupati dan wakil bupati telah menjadi milik seluruh masyarakat Kabupaten yang berjuluk Bumi Duan Lolat ini,terang Jauwerissa.
“Saya berada disini untuk Seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang telah memberikan kepercayaan kepada Kami kepercayaan ini merupakan tanggung jawab etis dan moral yang perlu kami wujud nyatakan dalam tindakan”ucapnya penuh keyakinan.
Ia juga memaparkan isu strategis yang mendasari pola pikir dan refleksi terkait berbagai problematika yang dihadapi oleh seluruh masyarakat Tanimbar, antara lain yang pertama tingginya angka kemiskinan, tingginya angka stunting, rendahnya angka pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada pendapatan perkapita, tingginya angka pengangguran, rendahnya sumber kualitas dari manusia, rendahnya kualitas tata kelola pemerintahan. artinya bahwa masih tinggi kesenjangan ketersediaan infrastruktur di 10 Kecamatan 2 Kelurahan dan 80 desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Tak hanya itu, Jauwerissa mengajak semua pihak, menangani berbagai persoalan di atas karena tidak dapat kami kerjakan sendiri. Oleh itu pemerintah daerah perlu adanya kerjasama dalam bingkai lintas instansi,ucapnya.
Hal yang terpenting adalah, kontribusi seluruh elemen masyarakat dalam rangka penyelesaian berbagai macam yang kita hadapi akan menjadi catatan sejarah yang baik bagi generasi mendatang.
Selama ini kita telah menjadi saksi kehidupan bagi masyarakat identitas sebagai saksi kehidupan tentu secara terus setelah kita bersedia masuk dalam geografi penderitaan masyarakat dan melihat keragaman suku dan duka yang menggugah rasa kemanusiaan,paparnya.
“Jauwerissa siap mewujudkan etos perjuangan lewat Visi Tanimbar yang mandiri, maju untuk mencapai keadilan.”
Selain itu Bupati dan Wakil Bupati akan memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memiliki output berkelanjutan dengan menindaklanjuti 8 visi misi prioritas.
1. Keberatan pembangunan yang berkeadilan
2. Meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
3. Meningkatkan kemandirian ekonomi dan pengentasan pengangguran.
4. Pengembangan kewilayahan dan infrastruktur berkelanjutan
5. Mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.
6. Penguatan pertanian perkebunan peternakan dan Perikanan
7. Ramah lingkungan.
8. Transformasi tata kelola pemerintahan yang cerdas adaptif dan efisien.
Mendasari visi dan misi di atas, selanjutnya menjadi rumusan kebijakan prioritas yang harus diimplementasikan oleh semua organisasi perangkat daerah.
“Baik itu mendukung program 100 hari kerja maupun kinerja 5 tahun kedepannya.”Lanjutnya.
Kebijakan prioritas ini akan terakomodir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) organisasi perangkat daerah. dan selanjutnya Prioritas utama program 100 hari kerja adalah percepatan pengoperasian Rumah Sakit PP Magretti Ukurlaran yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Pidato Bupati itu, menekankan pentingnya mutu dan tenaga pendidikan, lanjut disampikan, “kami akan menurunkan angka anak putus sekolah, percepatan validasi data peserta BPJS untuk memastikan kesetaraan akses kesehatan.”
Pelaksanaan program RT Mandiri, memudahkan akses Masyarakat terhadap layanan kependudukan di pusat kecamatan penataan birokrasi dan kelembagaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemerintahan.
Percepatan penataan data keluaran keuangan dan Aset daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta penataan kebersihan Kota Saumlaki dan Kota Larat untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Kemudian menindaklanjuti itu, ia juga memproritaskan percepatan penataan tatanan adat dan lembaga adat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Di penghujung Kata, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk satu hati satu pikir dan satu harapan mendedikasikan diri untuk daerah ini saatnya kita hentikan pertikaian dan perdebatan demi daerah yang kita cinta ini,pungkas Jauwerissa.
(PL)






