Posyandu Jadi Kunci: Garda Utama Layanan Hidup Warga

Malukuexpress.com, 19 April 2026, AMBON – Rapat Koordinasi Posyandu Tingkat Provinsi di Maluku menegaskan satu hal penting: era baru Posyandu sudah dimulai. Bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi, Posyandu kini didorong menjadi pusat layanan terpadu bagi seluruh siklus kehidupan masyarakat.

Ketua TP PKK Provinsi Maluku Ny. Maya Baby Lewerissa dalam sambutannya mengatakan bahwa, Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas izin dan penyertaan-Nya, kita bisa hadir untuk melaksanakan agenda strategis, Rapat Koordinasi Posyandu Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026.

Pertemuan hari ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi masa depan kesejahteraan masyarakat Maluku. Kita hadir di sini bukan sekadar seremonial, melainkan untuk menyatukan visi, gerak, dan langkah dalam mengawal perubahan besar melalui Transformasi Posyandu.

Dalam forum strategis ini, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Ny.Maya Baby Lewerissa”, tekankan bahwa kontribusi Posyandu menuju Indonesia Emas 2045 harus bersifat “terpadu” dan “berkelanjutan”. menekankan bahwa Posyandu adalah kunci utama dalam menguatkan visi pembangunan dari tingkat paling bawah—langsung dari rumah warga.

Lanjutnya, Transformasi ini tidak main-main. Posyandu kini diarahkan untuk melayani: Ibu hamil bahkan sejak dalam kandungan,Bayi dan balita, Remaja, Usia produktif Hingga lansia. Artinya, Posyandu harus menjadi wadah yang nyaman, aktif, dan responsif, bukan sekadar tempat pelayanan sesaat.

Dengan Tema penguatan transformasi Posyandu dalam mendukung 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga menegaskan bahwa peran Posyandu kini meluas, mencakup pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.

Namun, tantangan nyata masih ada. Di lapangan, tidak semua Posyandu memiliki fasilitas memadai atau dukungan anggaran yang kuat. Karena itu, seruan untuk menghapus ego sektoral antar instansi menjadi sorotan penting dalam rakor ini.

Pesan tegasnya jelas, Jika ingin mewujudkan generasi emas, maka fondasinya harus dimulai dari Posyandu yang kuat.

Transformasi ini memang membutuhkan keseriusan, tidak mudah, namun dengan semangat gotong royong untuk membangun negeri sebagaimana yang tergambarkan melalui motto yang ada di kabupaten/kota seperti Pamahanusa (malukun Tengah), Maren (kota tual), Larvul Ngabal (maluku Tenggara), Duan Lolat (Tanimbar), Ita Wotu (SBT), dan motto lainnya, kita mampu meningkatkan Indeks Desa dan kualitas hidup masyarakat Maluku secara signifikan.

Didukung oleh gerakan PKK, Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan yang benar-benar hadir di tengah masyarakat—bukan hanya simbol, tapi solusi nyata. “Saatnya berubah: dari tempat timbang bayi menjadi pusat kehidupan masyarakat,”tutup. (CM)

Pos terkait